CIKEUSIK lenterabanten.com – Aksi kejahatan berani dilakukan sekelompok maling yang membobol pabrik penggilingan padi di Kampung Cikoncang, Desa Sukaseneng, Kecamatan Cikeusik. Kejadian berlangsung tepat pada pukul 23.30 WIB, Senin malam, saat suasana lingkungan sudah sepi dan hampir seluruh warga terlelap.

Kejadian ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa kondisi keamanan di wilayah Desa Sukaseneng dinilai masih sangat rentan dan memprihatinkan. Minimnya titik pengawasan, lemahnya sistem keamanan lingkungan, serta jarangnya patroli rutin membuat wilayah ini dianggap sebagai sasaran empuk bagi para pelaku kejahatan.
Dengan modus membongkar paksa bagian dinding pabrik, pelaku masuk tanpa terdeteksi sama sekali. Mereka bertindak cepat dan terencana, langsung membidik aset berharga serta stok bahan pangan yang tersimpan rapi di dalam gudang. Hasil perhitungan awal, kerugian yang dialami pemilik sementara diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.
Tidak hanya itu, pelaku juga menyikat stok beras siap jual seberat 2 kuintal atau setara 200 kilogram yang sudah dikemas dalam karung-karung besar.
Seluruh barang curian dibawa maling diduga pelaku sudah disiapkan jauh-jauh hari, sehingga mereka berhasil melarikan diri tanpa ada yang sempat menghalangi atau melihat jelas identitasnya.
“Saya baru menyadari kejadian ini pagi harinya saat hendak membuka operasional pabrik. Pintu belakang rusak parah, isi gudang berantakan, dan semua barang berharga lenyap begitu saja,” ujar Dedi/Gendut, Pemilik dengan nada kesal dan kecewa.
Kejadian ini sontak menimbulkan kekhawatiran sekaligus kekecewaan di kalangan warga sekitar. Lokasi pabrik yang berada di tengah pemukiman justru membuat banyak pihak bertanya-tanya, bagaimana pelaku bisa bertindak sebebasnya tanpa ada yang mendengar atau melihat aktivitas mencurigakan.
Diduga kuat pelaku sudah mengamati kebiasaan dan kondisi keamanan yang sangat longgar di tempat ini dalam waktu lama, sehingga berani melancarkan aksi di jam rawan malam hari tanpa rasa takut.
Hingga saat ini, pemilik belum melaporkan kasus ini ke pihak berwajib, sementara kerugian yang dialami menjadi beban tersendiri mengingat pabrik ini merupakan sumber mata pencaharian utama keluarga.
Kondisi keamanan yang belum memadai ini kini menjadi perhatian utama warga, yang sepakat bahwa diperlukan perbaikan sistem pengamanan secara menyeluruh, penambahan titik jaga, serta kerjasama yang lebih erat antarwarga dan pihak terkait.
Warga sekitar pun kini semakin waspada dan bertekad memperketat pengawasan lingkungan, sebagai upaya darurat mencegah kejadian serupa yang kian marak terulang kembali di Desa Sukaseneng.
( Tarim/Red )













