LEBAK,(23/07/2026) – Ratusan massa gabungan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Lebak, Kamis 23 Juli 2026. Aksi “Geruduk DPRD Lebak” ini dilakukan untuk menuntut pertanggungjawaban pimpinan DPRD terkait dugaan keterlibatan dalam kasus penculikan.
Hasil Pantauan di lokasi, massa mulai berdatangan sejak pagi dan memadati ruas jalan di depan kantor DPRD. Mereka membawa sejumlah spanduk dan poster tuntutan.

Spanduk utama bertuliskan “AKSI MASA GABUNGAN GERUDUK DPRD LEBAK” dengan poin tuntutan “TUNTUT KETUA DPRD LEBAK MUNDUR” dan “INDIKASI DIDUGA TERLIBAT DALAM UPAYA PENCULIKAN DAN KEBERADAAN”.
Selain itu, massa juga membawa poster bergambar dengan tagar #SAVE UUN!! dan #SAVE UUN. Dari orasi yang terdengar di lokasi, massa menyebut nama “UUN” sebagai pihak yang diduga menjadi korban dalam kasus tersebut.
Dalam orasinya, seorang koordinator aksi berorasi di atas mobil komando. Ia mengajak massa untuk tidak diam terhadap ketidakadilan.
“Kalau kita tidak merapat, tidak bergerak, tidak melawan hari ini maka suatu hari kita sebagai aktivis akan bernasib sama seperti saudara kita. Betul tidak? Maka kita harus lawan kezaliman dari pemimpin,” teriak orator.
“Jika wakil rakyat yang tidak mau dikritik, jika wakil rakyatnya tidak bisa untuk diajak berbicara maka kita harus ke siapa? Benar enggak kawan-kawan. Mereka adalah wakil rakyat kita. Jabatan mereka pantas untuk dicaci dan dihina ketika mereka tidak bisa mengemban amanah dari kita,” lanjutnya.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI. Sejumlah petugas terlihat berjaga di garis depan untuk mengamankan jalannya demonstrasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Ketua DPRD Lebak maupun pimpinan DPRD lainnya terkait tuntutan massa. Massa menyatakan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak terkait.
Aksi ini menjadi sorotan warga Lebak karena menyeret nama pimpinan lembaga legislatif daerah dalam dugaan kasus hukum.













