Serang, lenterabanten.com — Struktur kepanitiaan Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan secara resmi ditetapkan dan dinyatakan siap untuk menyelenggarakan agenda berskala nasional yang dinanti-nantikan ini. Penetapan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI), Dr. Ali Hanafiah, di Gedung KNPI Provinsi Banten, Selasa 07 Juli 2026

Dalam keputusan resmi tersebut, Drs. Cecep Pria Erawan M.Pd secara resmi ditunjuk dan dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Panitia Pelaksana Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan.
Acara penetapan kepanitiaan berlangsung khidmat, dihadiri sejumlah tokoh kunci: Staf Ahli Gubernur Banten yang mewakili unsur Pemerintah Provinsi Banten, serta Ketua Dewan Pimpinan Daerah KNPI Provinsi Banten selaku tuan rumah wilayah. Kehadiran para tokoh ini menegaskan dukungan penuh dari pemerintah dan organisasi kepemudaan terhadap komitmen generasi muda dalam menjaga stabilitas serta kemandirian pangan nasional.
*Wadah Kolaborasi Akbar Generasi Muda*
Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan dirancang sebagai wadah pertemuan dan kolaborasi terbesar bagi pemuda pecinta sektor pangan. Acara ini akan diikuti oleh seluruh elemen kepemudaan dan kemasyarakatan: mulai dari Organisasi Kepemudaan (OKP), Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), hingga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari berbagai provinsi di Indonesia.
Melalui pertemuan ini, seluruh elemen pemuda diharapkan dapat merumuskan strategi nyata dan menjadi pelopor di garis depan dalam menjawab berbagai tantangan ketahanan pangan di tanah air. Informasi rinci mengenai jadwal pelaksanaan serta tata cara pendaftaran peserta akan diumumkan panitia secara resmi dalam waktu dekat.
*Mengapa Pemuda adalah Kunci Ketahanan Pangan?*
Sektor pertanian dan pangan sering dianggap sebagai bidang yang “kuno” dan kurang diminati generasi muda. Padahal, tantangan krisis pangan global, perubahan iklim, serta pertumbuhan penduduk yang terus meningkat menuntut wajah baru dalam pengelolaan sumber daya pangan. Pemuda memiliki energi tak terbatas, kreativitas segar, serta penguasaan teknologi yang menjadi modal utama untuk mengubah wajah pertanian dan perikanan Indonesia.
Jambore ini hadir untuk menghapus stigma tersebut. Di sini, pemuda dari Sabang sampai Merauke berkumpul untuk berbagi pengalaman, mempelajari inovasi terkini, dan menyusun langkah bersama demi menjaga ketersediaan pangan bagi seluruh bangsa.
*Banten: Pusat Langkah Bersama Ketahanan Pangan*
Pemilihan Banten sebagai tuan rumah memiliki makna yang sangat mendalam. Wilayah ini menyimpan keragaman potensi luar biasa: lahan pertanian subur di wilayah selatan, pertanian perkotaan yang strategis di pinggiran ibu kota, hingga kekayaan potensi kelautan yang besar. Banten siap menjadi contoh sekaligus jembatan pertukaran gagasan antar pemuda dari seluruh penjuru nusantara.
Perlu disadari, ketahanan pangan bukan hanya urusan satu daerah saja, melainkan tanggung jawab seluruh bangsa. Masalah pangan di satu wilayah akan berdampak pada daerah lain, sehingga solusi pun harus dirancang secara menyeluruh dan berskala nasional.
*Ini Adalah Momentum yang Mengubah Segalanya*
Jambore ini bukan sekadar seremonial pertemuan biasa. Ini adalah titik balik bagi peran pemuda di sektor pangan, dengan harapan melahirkan berbagai langkah nyata:
*Momen Bangkitnya Wirausahawan Pangan:*
Melahirkan pelaku usaha muda yang bergerak dari hulu ke hilir—mulai produksi, pengolahan, hingga pemasaran hasil pangan.
*Momen Adopsi Teknologi Tepat Guna:*
Penerapan sistem budidaya bioflok modern, pertanian presisi, dan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan hasil panen dan efisiensi sumber daya.
*Momen Terjalinnya Kemitraan Luas:*
Terbentuk jejaring kerja sama antardaerah, antarpemuda, serta antara generasi muda dengan pemerintah dan dunia usaha.
*Momen Teguhnya Komitmen Bersama:*
Bukti nyata bahwa pemuda Indonesia siap menjamin ketersediaan pangan yang cukup, aman, dan bergizi bagi seluruh rakyat.
Dari Banten, semangat ketahanan pangan akan menyebar ke seluruh pelosok negeri. Jambore ini adalah bukti nyata: masa depan pangan Indonesia ada di tangan pemuda yang cerdas, tangguh, dan bersatu. Semoga momentum ini terus berlanjut, melahirkan Indonesia yang mandiri dan sejahtera melalui kekuatan pangan yang kokoh.
Redaksi: CP_Pachiko










