Serang, 15 Juni 2026 – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten menggelar rapat koordinasi (rakor) untuk mencari solusi mengatasi krisis dan keterbatasan pasokan energi yang dialami masyarakat di Pulau Tunda, Kabupaten Serang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis guna memastikan kebutuhan energi warga di wilayah kepulauan terluar tersebut dapat terpenuhi dengan baik.
Rapat yang dihadiri oleh jajaran pejabat Dinas ESDM, perwakilan PT PLN Unit Induk Distribusi Banten, Pemerintah Kabupaten Serang, unsur kecamatan, serta perwakilan masyarakat setempat ini membahas secara mendalam permasalahan yang ada. Selama ini, Pulau Tunda masih menghadapi tantangan besar: pasokan listrik belum berjalan stabil, sebagian besar masih mengandalkan pembangkit tenaga diesel yang biaya operasionalnya tinggi, serta ketersediaan bahan bakar yang sering terkendala faktor jarak dan kondisi alam.
Kepala Dinas ESDM Provinsi Banten Ari James Faraddy, ST, M.Si, MT dalam sambutannya menyatakan bahwa pemenuhan energi adalah hak dasar warga, termasuk yang tinggal di daerah terpencil. “Kami tidak boleh membedakan pelayanan. Pulau Tunda membutuhkan solusi yang tepat, terjangkau, dan berkelanjutan. Rapat ini menjadi titik awal menyusun rencana tindak lanjut yang nyata,” ujarnya.
Beberapa opsi yang dibahas dalam rakor antara lain pengembangan energi terbarukan seperti tenaga surya dan angin yang sesuai dengan kondisi geografis pulau, perbaikan sistem distribusi, serta peningkatan pasokan bahan bakar secara teratur. Pihak PLN juga menyampaikan kesiapannya untuk melakukan kajian teknis guna menentukan skema penyediaan energi yang paling efektif dan efisien.
Diharapkan dari hasil rapat ini akan segera disusun jadwal pelaksanaan dan alokasi anggaran, sehingga dalam waktu dekat kondisi pasokan energi di Pulau Tunda dapat membaik, mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan masyarakat setempat.
Adv













