SERANG, 11 /April/ 2026 – Muktamar ke-21 Pengurus Besar Mathla’ul Anwar dan Musyawarah Nasional ke-6 Muslimat Mathla’ul Anwar resmi dibuka di Kota Serang, Banten, Sabtu (11/04/2026). Forum lima tahunan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi untuk merumuskan arah strategis di bidang pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan.
Ketua Umum PB Mathla’ul Anwar, KH. Embay Mulya Syarief, mengatakan muktamar tidak semata menjadi forum pergantian kepemimpinan, melainkan momentum evaluasi dan peningkatan kualitas gerakan organisasi.“Biasanya, kepada bangsa ini tidak terhitung banyaknya upaya untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. Kami bergerak di bidang pendidikan modern dan juga memadukannya dengan pendidikan khas di Banten ini, Pak Gubernur, Pak Menteri. Madrasahnya Mathla’ul Anwar itu sekitar tahun 1947,” ujarnya.“Yang lebih penting bukan hanya pergantian pimpinan, tetapi bagaimana mutu pendidikan meningkat. Yang semula baik harus menjadi lebih baik, dan yang belum baik harus menjadi baik,” tegasnya dalam sambutan pembukaan.
Ia menyebutkan, organisasi yang berdiri sejak 1947 itu kini mengelola ratusan lembaga pendidikan yang tersebar di berbagai daerah. Selain penguatan pendidikan, Embay menekankan pentingnya perumusan kode etik dakwah agar aktivitas keagamaan lebih menyejukkan dan memperkuat persatuan.Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menilai Mathla’ul Anwar memiliki kontribusi panjang dalam pembangunan masyarakat, khususnya di bidang pendidikan Islam dan pembinaan sosial.“Mathla’ul Anwar merupakan organisasi masyarakat yang lahir di Banten dan berperan aktif dalam pengembangan potensi masyarakat sejak sebelum kemerdekaan,” kata Andra Soni.Ia menambahkan, pemerintah daerah selama ini sangat terbantu oleh kiprah organisasi tersebut, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia berbasis keagamaan. Pemerintah Provinsi Banten berharap muktamar ini menghasilkan keputusan strategis bagi kemajuan organisasi dan masyarakat luas.Hadir pula Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang secara resmi membuka acara tersebut. Menurutnya, muktamar menjadi ruang penting untuk merumuskan peran umat Islam di tengah perubahan global.“Kita sedang berbicara tentang satu hal besar, yaitu mempersiapkan umat masa depan—umat yang mampu membaca zaman sekaligus tidak kehilangan pegangan,” ujarnya.Di era digital yang berkembang pesat, lanjutnya, agama perlu hadir sebagai penuntun moral dan penyeimbang kehidupan sosial. Ia mengingatkan agar nilai-nilai keagamaan tidak berhenti pada simbol, melainkan menjadi pedoman nyata dalam menghadapi dinamika zaman.Muktamar yang berlangsung hingga 13 April 2026 ini mengusung tema “Membangun Peradaban Umat Menuju Kemandirian Bangsa”. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan rumusan strategis untuk memperkuat kontribusi umat Islam dalam pembangunan nasional.
Muktamar ke-21 Pengurus Besar Mathla’ul Anwar dan Musyawarah Nasional ke-6 Muslimat Mathla’ul Anwar resmi dibuka









