Oleh : Cecep Azhar (Advokat Dan Akademisi)
Program Koperasi Desa Merah Putih menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan dari desa. Gagasan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pembentukan 80 ribu koperasi di seluruh Indonesia merupakan upaya konkret membangun ekonomi dari bawah, dengan prinsip dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.
Sejalan dengan itu, Menteri Desa PDTT, Yandri Susanto, bersama DPR dikabarkan berkolaborasi untuk membatasi ekspansi minimarket waralaba di wilayah pedesaan. Kebijakan ini bertujuan melindungi ruang ekonomi lokal agar tidak tergerus oleh dominasi lebih dari 20 ribu gerai ritel modern yang dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan koperasi dan usaha kecil.
Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi penggerak perubahan (game changer) sekaligus mercusuar ekonomi baru yang mampu: Menggerakkan ekonomi desa, Mengurangi kemiskinan ekstrem, Menstabilkan harga kebutuhan pokok, Mendukung swasembada pangan, Mendorong kebangkitan UMKM
Program ini merupakan implementasi Asta Cita ke-6, yakni membangun ekonomi dari bawah menuju pemerataan kesejahteraan.
Namun demikian, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sistem pengawasan yang ketat, transparan, dan profesional. Potensi penyalahgunaan anggaran harus diantisipasi melalui:
Penguatan sistem pengawasan internal koperasi, Audit oleh lembaga negara seperti BPKP dan BPK Peningkatan kapasitas pengawas koperasi Tata kelola yang transparan dan akuntabel
Selain itu, sinergi dengan gerakan koperasi, perguruan tinggi, dan lembaga inkubator bisnis perlu diperkuat untuk memastikan pendampingan berbasis potensi desa dan komoditas unggulan.
Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya menjadi toko sembako, tetapi juga pusat distribusi pupuk, LPG, dan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih kompetitif melalui pemangkasan rantai distribusi dan optimalisasi rantai nilai lokal.
Apabila dikelola dengan baik, Kopdes Merah Putih berpotensi menjadi fondasi ekonomi desa yang mandiri dan berkeadilan, sekaligus penyeimbang dominasi ritel modern di pedesaan.













