SERANG | Lentera Banten.com – Tokoh masyarakat, Ketua Rukun Warga (RW), Ketua Rukun Tetangga (RT), serta tokoh pemuda dari Desa Sukalaba dan Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Serang, menggelar silaturahmi untuk membahas pengawasan wilayah serta keberadaan sejumlah perusahaan yang berada di perbatasan kedua desa. Kegiatan tersebut berlangsung di aula PT Peternakan Ayam Gunungsari Utama, Selasa (28/7/2026).

Pertemuan dipimpin Ketua RT Rohim yang wilayahnya berada paling dekat dengan lokasi peternakan ayam. Dalam forum tersebut, para peserta menyampaikan berbagai pandangan terkait hubungan antara masyarakat dan perusahaan yang selama ini beroperasi di wilayah tersebut.
Hasil pertemuan menghasilkan kesepakatan bersama untuk menjaga dan mengawasi keberadaan PT Peternakan Ayam Gunungsari Utama. Menurut para tokoh yang hadir, perusahaan dinilai telah menjadi salah satu potensi ekonomi di wilayah itu dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
Usai pertemuan, sejumlah tokoh masyarakat dan karyawan perusahaan turut memberikan keterangan kepada awak media mengenai dampak keberadaan perusahaan terhadap kehidupan warga.
Salah seorang karyawan PT Peternakan Ayam Gunungsari Utama, Joklani, mengaku telah bekerja hampir 10 tahun di perusahaan tersebut. Ia bersyukur karena dapat bekerja dekat dengan tempat tinggalnya sehingga mampu menghidupi keluarga dan menyekolahkan ketiga anaknya.
“Alhamdulillah saya bisa bekerja tidak jauh dari rumah. Saya juga sudah memiliki kartu BPJS Ketenagakerjaan yang dibuatkan oleh perusahaan,” ujarnya.
Ketua RT Rohim mengatakan, keberadaan peternakan ayam telah membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Selain menyerap tenaga kerja lokal, perusahaan juga memberikan manfaat tidak langsung melalui pemanfaatan lahan kosong oleh warga.
“Ada warga yang berkebun dan menanam pohon untuk menambah pendapatan keluarga. Ada juga yang menanam jagung dan hasil panennya dibeli perusahaan sebagai pakan ternak. Terkait limbah juga terkelola dengan baik sehingga tidak berdampak terhadap lingkungan sekitar termasuk baunya juga. Karyawan di perusahaan ini juga mayoritas berasal dari lingkungan sekitar,” kata Rohim.
Sementara itu, tokoh pemuda Kecamatan Gunungsari sekaligus koordinator penerima program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), TB Abdul Munir, menyebut bantuan perusahaan rutin diterima setiap masa panen.
Menurutnya, bantuan tersebut dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan, mulai dari pengisian kas musala, renovasi tempat ibadah, kegiatan keagamaan, hingga aktivitas sosial dan kepemudaan.
“Setiap selesai panen kami selalu mendapat bantuan dari perusahaan. Banyak kegiatan masyarakat dan pemuda yang bisa terlaksana berkat dukungan tersebut,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Joharudin, tokoh pemuda Kampung Babakan, Desa Gunungsari. Ia mengatakan beberapa rekannya bekerja di perusahaan tersebut dan lingkungan mereka juga memperoleh bantuan setiap masa panen.
PT Peternakan Ayam Gunungsari Utama diketahui telah berdiri sejak awal tahun 2000-an. Selain menjalankan kegiatan usaha, perusahaan disebut rutin menyalurkan program CSR kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan sosial dan kesejahteraan warga di lingkungan sekitar perusahaan. ( red/wr ).








