SERANG – Festival Ciomas Ngabring 2026 berlangsung meriah dengan penampilan tari silat kolosal yang diperagakan oleh lebih dari 3.500 warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu. Kegiatan tersebut digelar di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Sabtu (18/7/2026).
Ribuan peserta memulai peragaan tari dari kawasan Pasar H. Jahidi di Desa Sukadana menuju lokasi panggung utama di Kampung Sanepa Ciwaru, Desa Sukabares. Meski sempat diguyur hujan, antusiasme peserta tidak surut dan mereka tetap mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Camat Ciomas, Ugun Gurmilang, memimpin langsung tari silat kolosal tersebut didampingi sang istri, para kepala desa, serta istri kepala desa se-Kecamatan Ciomas. Para peserta tampil mengenakan beragam busana, mulai dari kebaya, kaos bertema Festival Ciomas Ngabring, celana hitam, hingga selendang berwarna-warni.
Ugun menjelaskan, rangkaian Festival Ciomas Ngabring 2026 diawali dengan penebaran 20 ribu benih ikan nila di Sungai Cibanten, tepatnya di kawasan Danau Biru yang dikenal sebagai titik nol Sungai Cibanten. Kegiatan tersebut dipimpin oleh Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas.
“Setelah penebaran benih ikan, pada pukul 13.00 WIB dilaksanakan tari silat kolosal yang diikuti sekitar 3.500 peserta. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa hingga pelaksanaan grand opening festival,” ujar Ugun di lokasi kegiatan.
Grand Opening Festival Ciomas Ngabring 2026 dibuka langsung oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah. Acara tersebut turut dihadiri Tokoh Masyarakat Banten KH Embay Mulya Syarif, Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Zaldi Dhuhana, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Anggota DPRD Provinsi Banten Dede Rohana, serta anggota DPRD Kabupaten Serang.
Menurut Ugun, pembukaan festival yang juga menjadi bagian dari Kick Off Peringatan Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500 semula direncanakan ditandai dengan penerbangan balon udara. Namun, agenda tersebut terpaksa ditunda akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung.
“Penerbangan balon udara akan dilaksanakan pada Minggu pagi (19/7/2026). Ini menjadi bagian dari kick off Hari Jadi Kabupaten Serang ke-500,” katanya.
Selain itu, masyarakat juga disuguhkan berbagai hiburan bernuansa tempo dulu, termasuk pertunjukan layar tancap dan parade busana bergaya era 1970-an.
Untuk hari kedua festival, panitia telah menyiapkan sejumlah agenda, di antaranya penerbangan balon udara, senam bersama ribuan pegiat silat, hingga penerbangan 6.000 lampion pada malam harinya yang akan dirangkaikan dengan doa bersama bagi masyarakat Kabupaten Serang.
Ugun berharap Festival Ciomas Ngabring dapat terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang semakin besar. Ia menilai keberhasilan pelaksanaan festival tahun ini tidak lepas dari semangat gotong royong dan partisipasi masyarakat Ciomas.
“Festival ini lahir dari swadaya masyarakat. Alhamdulillah, Ibu Bupati dan Pak Wakil Bupati memberikan dukungan penuh. Bahkan, untuk tahun depan diharapkan dapat didorong melalui dukungan APBD Kabupaten Serang agar penyelenggaraannya semakin meriah,” ujarnya.










