Pidato Penyampaian Aspirasi Masyarakat
Di Hadapan Rapat Komisi 5 DPRD Provinsi Banten
Yang kami hormati,
Bapak Wakil Ketua Komisi 5 DPRD Provinsi Banten beserta seluruh anggota,
Bapak Rahmat selaku Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Banten beserta jajaran,
Serta hadirin sekalian yang berbahagia.
Izinkan saya memperkenalkan diri. Saya merupakan mantan anggota DPRD Kota Serang periode 2009–2014 dan 2014–2019. Pada kesempatan ini, saya berdiri di sini bukan lagi sebagai wakil dewan, melainkan mewakili para orang tua dan warga sekitar yang putra-putrinya mendaftar di SMA Negeri 9 Kota Serang.
Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi tulus kami: agar anak-anak kami dapat diterima dan bersekolah di SMA Negeri 9 Kota Serang.
Bapak-bapak yang kami hormati, pemerintah telah mencanangkan program wajib belajar 12 tahun, bahkan ada kesempatan pendidikan lebih lanjut yang dibiayai negara. Namun, kami melihat masih ada kendala yang dirasakan masyarakat saat ini.
Sistem Penerimaan Peserta Didik Baru tahun ini terdiri dari jalur domisili, afirmasi, dan prestasi. Sayangnya, sosialisasi mengenai aturan baru ini dirasakan masih kurang sampai ke masyarakat luas. Padahal, untuk jalur domisili, seharusnya prioritas utama diberikan kepada calon siswa yang berdomisili paling dekat dengan sekolah, terlepas dari nilai yang tidak terlalu tinggi.
Faktanya, banyak anak dari lingkungan terdekat seperti di wilayah Cigelam, dalung, dan sekitarnya justru belum diterima, sementara ada yang jaraknya lebih jauh sudah terdaftar.
Kami juga mencatat, SMA Negeri 9 seharusnya menampung sekitar 12 rombongan belajar (rombel), namun saat ini baru dialokasikan sekitar 8 rombel. Padahal jumlah pendaftar sudah hampir setara dengan 12 rombel, atau sekitar 400 anak. Satu rombel berisi minimal 36 siswa, sehingga kapasitas sekolah sebenarnya masih sanggup menampung mereka. Pihak Dinas Pendidikan pun diketahui sudah memahami kondisi ini.
Kondisi semakin mendesak karena sekolah-sekolah lain, termasuk sekolah swasta, sudah menutup pendaftaran dengan alasan kuota penuh. Jika anak-anak ini tidak diterima di SMA Negeri 9, maka mereka tidak memiliki tempat untuk melanjutkan sekolah, padahal mereka adalah warga yang tinggal paling dekat di lingkungan sekolah tersebut.
Bapak dan Ibu sekalian, ada sekitar 30 anak yang saat ini berada dalam posisi sulit ini. Kami mohon perhatian Bapak semua. Jangan sampai niat baik pemerintah mencerdaskan anak bangsa dan mewajibkan sekolah 12 tahun terhambat karena kendala alokasi rombongan belajar yang belum maksimal.
Baik, saya paham maksud Bapak Bapak. 🙏
Benar sekali, ini murni keinginan dan harapan tulus warga sekitar agar putra-putri mereka bisa mendapatkan kesempatan pendidikan yang layak. Alhamdulillah jika niat baik ini dikabulkan.
Saya sampaikan pesan ini dengan jelas:
Kepada Dinas Pendidikan, mohon kiranya nama-nama siswa yang dimaksud dapat dipertimbangkan dan diterima. Ini adalah harapan murni warga, bukan karena hal lain. Semoga kebijakan ini sejalan dengan semangat luar biasa Bapak Gubernur yang selalu mengutamakan kepentingan dan hak pendidikan anak-anak, serta keinginan masyarakat.
Semoga permohonan yang tulus ini segera mendapatkan jalan terbaik, anak-anak bisa segera bersekolah, dan kebijakan yang diambil nanti membawa keadilan serta kemajuan pendidikan yang lebih baik lagi untuk daerah kita.
Pernyataan & Tanggapan Rapat
Yang kami hormati Bapak Rahmat beserta seluruh hadirin,
Dari penjelasan tadi, poin utama yang kami catat dan sampaikan adalah sebagai berikut:
Pertama, terkait kapasitas SMA Negeri 9 Kota Serang. Sekolah ini memang direncanakan dan dibangun untuk menampung 12 rombongan belajar (rombel), bahkan saat kunjungan Bapak Gubernur bersama Dinas Pendidikan pun disepakati akan dibuka sebanyak 12 rombel. Namun kenyataannya saat ini baru dialokasikan 8 rombel saja. Padahal, dari jumlah tersebut masih banyak warga lingkungan sekitar yang belum tertampung. Maka dari itu, kami memohon agar alokasi segera ditambah, setidaknya menjadi 9 rombel terlebih dahulu.
Kedua, kami juga menanyakan kesiapan sumber daya manusi










