Banten, 08/05/2026 , Ketua BPD HIPMI Banten, H. Rifky Hermiansyah, menegaskan komitmen organisasi dalam mencetak pengusaha muda dan memperkuat posisi Provinsi Banten sebagai salah satu penentu arah kepemimpinan nasional HIPMI.
Hal itu disampaikan dalam rangkaian kegiatan pelantikan HIPMI Perguruan Tinggi Provinsi Banten yang dihadiri sejumlah tokoh nasional, pimpinan HIPMI daerah, hingga anggota legislatif.
Dalam sambutannya, Ketua BPD HIPMI Banten menyoroti soliditas kader HIPMI Banten yang dinilai konsisten menjaga kekompakan dan pengaruh strategis di tingkat nasional.
“Banten punya sejarah panjang dalam menentukan arah kepemimpinan HIPMI nasional. Dan hari ini kami berharap Banten kembali menjadi rekomendasi pertama untuk mendukung Ade Jona sebagai Ketua Umum HIPMI Indonesia,” ujarnya di hadapan ratusan kader dan tamu undangan.
Acara tersebut turut dihadiri Anggota DPRD sekaligus Ketua DPD Kabupaten Tangerang, Haryana Nofi, anggota MPR RI Huda Maulana, Ketua BPD HIPMI Banten Raka Aditya, serta sejumlah Ketua Umum BPD HIPMI dari berbagai provinsi di Indonesia.
Dalam pidatonya, ia menyebut Banten memiliki kekuatan ekonomi yang signifikan sebagai gerbang investasi nasional.
Ia mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Banten saat ini berada di atas rata-rata nasional, sehingga menjadi modal penting bagi lahirnya pengusaha muda baru.
“Dari Banten untuk Indonesia. Dari Banten untuk Ketum Ade Jona,” katanya.
Selain bicara politik organisasi, HIPMI Banten juga menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi.
Menurutnya, sekitar 71 persen penduduk Banten merupakan generasi milenial dan generasi Z yang harus diarahkan menjadi pencipta lapangan kerja, bukan sekadar pencari kerja.
Karena itu, HIPMI Banten mulai memperluas pembentukan HIPMI Perguruan Tinggi di seluruh kampus di Provinsi Banten.
Program tersebut ditujukan agar mahasiswa memiliki kesiapan usaha sejak masih berada di bangku kuliah.
“Kami ingin ketika mahasiswa lulus, mereka sudah punya NIB, sudah punya usaha, dan siap menjadi pengusaha muda. Jadi setelah wisuda bukan masuk data pengangguran, tetapi masuk data pelaku UMKM,” ujarnya.
Ia juga menyinggung perjalanan hidup Ketua Umum HIPMI yang dinilainya menjadi inspirasi bagi kader muda.
Menurutnya, keberhasilan dalam HIPMI lahir dari proses dan perjuangan, bukan sekadar latar belakang keluarga.
“HIPMI ini istimewa karena di sini ada mentor dan panutan yang nyata perjuangannya.
Dari bawah sampai berhasil,” katanya.
Suasana acara berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.
Sekitar 250 peserta memenuhi lokasi kegiatan sejak sehari sebelumnya.
Solidaritas kader menjadi sorotan utama dalam agenda tersebut.
“Seluruh kegiatan ini lahir dari semangat gotong royong kader HIPMI. Itulah kekuatan kami, solidaritas dan tumbuh bersama,” tutupnya.









