Serang,08-03-2026
Memasuki Pertengahan bulan, tepatnya hari ke 17 puasa ramadhan kita berada di fase magfirah, pada fase ini Allah menjanjikan ampunan yang luas bagi umat muslim yang berpuasa dengan penuh ketaqwaan dihapuskannya dosa-dosa masa lalu, disucikannya dihati dan mendapat perlindungan dari Allah SWT. ini adalah momen tepat untuk bertaubat, kembali fitrah dan meraih rida-nya agar terbebas dari api neraka. Berdasarkan Hadist Nabi Muhammad SAW (HR. Ahmad & HR Tirmidzi) menyatakan bahwa ramadhan adalah bulan dimana dosa diampuni dan merugi jika mengabaikannya.

Hal yang sangat istimewa di pertengahan bulan suci Ramadhan ini DPW PAN Provinsi Banten telah menggelar acara Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama pada hari ini tepatnya hari Minggu, tanggal 9 maret 2026, pukul 16.00 WIB s/d selesai, di Aula Pondok Pesantren Bai Mahdi Shaleh Ma’mun di Kec. Pabuaran Kab. Serang -Banten dihadiri oleh. Di hadiri oleh Pak Mendes (BPK Yandri Susanto Wakil Ketua DPP PAN), Bupati Serang (Bu Zakiyah), Mantan Wali Kota Serang, Perintis PAN Banten, Pengurus DPW PAN Provinsi Banten, DPD PAN Kota dan Kabupaten se Provinsi Banten, Pengurus Partai Pengusung / Koalisi, Tokoh Agama, tokoh politik, Tokoh Muhammadiyah, tokoh Nahdatul Ulama, Tokoh Masyarakat dan santri dan santriawati pondok pesantren Bai Mahdi Shaleh Ma’mun.
Ajang reuni keluarga dan teman, memperkuat ikatan persaudaraan yang mungkin renggang karena kesibukan, moment ini menjadi sarana efektif untuk menyatukan Visi, misi dan memperkuat barisan kader di internal partai untuk menciptakan suasana hangat, meningkatkan keimanan, solidaritas, menjaga kesehatan mental, memperkuat hubungan sosial politik serta berbagi kebahagiaan.
DPW PAN Provinsi Banten menggelar silaturahmi sambil berbuka puasa bersama diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mars PAN, dilanjut sambutan dan arahan dari para pemimpin, Ceramah agama serta ditutup dengan doa bersama dan buka bersama kemudian diteruskan dengan shalat magrib lalu shalat isya/ tarawih untuk mensinergiskan konsolidasi, keutamaan spritual dan kepedulian sosial untuk bantu rakyat luas.
Momen ini bukan hanya sekedar acara rutin tahunan, melainkan menjadi ruang konsolidasi strategis untuk memperkuat solidaritas, menyamakan visi, misi dan program kerja serta meneguhkan komitmen perjuangan partai dalam mengawal aspirasi rakyat.
Menurut Ketua DPW PAN Provinsi Banten Bu Irna Narulita ( mantan Bupati Pandeglang 2 periode) juga Istri dari Wakil Gubernur Banten dalam sambutannya menyatakan bahwa PAN harus Perkuat Konsolidasi dan Solidaritas internal yang solid dan Maju kedepannya. Dirinya yakin PAN menjadi partai besar di Banten yang siap Bantu Rakyat.
Bupati Serang juga turut memberikan sambutan dan menyatakan bahwa dirinya sebagai bupati serang akan terus berkolaborasi dengan pengurus DPW PAN Provinsi Banten dan partai Koalisi secara baik dan benar agar Kabupaten Serang warganya bahagia karena tentunya PAN Bantu Rakyat dan Anti KKN.
Sambutan Wakil Ketua umum DPP PAN & Mentri Desa Pak Yandri Susanto menyatakan bahwa beliau menjadi Mentri Desa karena PAN dan Tokoh-tokoh PAN di Banten, berkat Ketua umum PAN dan Bapak Prabowo sebagai Presiden, atas Doa dan dukungan Keluarga dan semua pengurus PAN di Banten termasuk para tokoh agama dan politik dan warga yang mendukungnya. Selain dirinya bekerja keras tentunya atasan ijin dan restu dari Allah SWT.
Kedepan PAN menjadi partai besar di Banten yang bantu rakyat. Dan dikementrian desa memiliki program kerja seperti adanya program desa eksport dan desa pariwisata untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan provinsi Banten. PAN Hadir bantu rakyat dan amanat. Buka puasa diadakan di pondok pesantren Bai Mahdi miliknya tersebut agar mendapat berkah.
Menurut Cecep Azhar Ketua Tim Advokasi Hukum’ DPD PAN Kab. Serang (Advokat & Akademisi) berdasarkan hukum Islam (fiqih) menjalankan puasa ramadhan hukumnya adalah wajib bagi orang Islam yang mampu (mukallaf). Merujuk Al-Quran Surat Al- baqarah ayat 183-185, dan Rasulullah SAW bersabda dalam hadist riwayat Al-Baihaqi bahwa pertengahan bulan ramadhan adalah waktu dimana Allah SWT melimpahkan ampunan (maghfirah) bagi hamba-nya yang bersungguh-sungguh bertaubat dan memperbanyak amal saleh.
Fase ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri (muhasabah) terhadap ibadah yang telah dilakukan pada 10 hari pertama, guna memperbaiki kualitas puasa di hari-hari selanjutnya. Kekhususan fase ini adalah untuk menjaga konsistensi puasa dan tarawih, seringkali semangat ibadah menurun sehingga berpuasa dengan penuh keimanan dipertengahan bulan adalah ujian sekaligus keistimewaan tersendiri. Merujuk Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183 yaitu Perintah puasa untuk mencapai derajat ketaqwaan, Muhasabahnya apakah puasa membuat kita lebih takut kepada Allah SWT ataukah hanya menahan lapar dan dahaga saja.
Berdasarkan HR. Imam Muslim dan HR. Bukhari dari Abu Hurairah r.a menekankan puasa dengan iman dan ihtisab (mengharap Ridho) adalah kunci pengampunan dosa. Rasulullah SAW mengingatkan melalui Hadist riwayat Bukhari bahwa puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga melainkan juga menahan diri dari perkataan dusta dan perbuatan sia-sia.
Redaksi: Ujar Cecep Azhar











