Memaknai Malam Nuzulul Qur’an: Momentum Mahasiswa Meningkatkan Keimanan di Bulan Ramadhan

“Malam Nuzulul Qur’an harus menjadi momentum bagi mahasiswa untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an serta mengamalkan nilainya dalam kehidupan sehari-hari.”

— Achmad Fauzi, Ketua Komisariat KUMALA UIN Banten

Banten – Malam Nuzulul Qur’an merupakan salah satu malam yang sangat istimewa bagi umat Islam. Pada malam inilah Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk dan pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Momentum ini tidak hanya menjadi peringatan sejarah turunnya Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ajakan bagi umat Islam, khususnya mahasiswa, untuk memperkuat keimanan dan meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci Ramadhan.

Ketua Komisariat KUMALA UIN Banten, Achmad Fauzi, menyampaikan bahwa peringatan malam Nuzulul Qur’an hendaknya dimaknai lebih dalam oleh mahasiswa sebagai sarana refleksi diri untuk kembali mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Menurutnya, mahasiswa sebagai generasi intelektual memiliki peran penting dalam mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

“Al-Qur’an merupakan sumber petunjuk dan rahmat bagi umat Islam. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya dianjurkan untuk membacanya, tetapi juga memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sosial maupun akademik,” ujar Achmad Fauzi.

Ia juga menambahkan bahwa malam Nuzulul Qur’an dapat menjadi momentum bagi mahasiswa untuk meningkatkan kualitas ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an, melaksanakan shalat sunnah, berdoa, serta memperbanyak amal kebaikan selama bulan Ramadhan.

Lebih lanjut, Achmad Fauzi mengajak seluruh mahasiswa untuk menjadikan momentum Nuzulul Qur’an sebagai pengingat pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup, baik dalam kehidupan pribadi, di lingkungan kampus, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

“Melalui momentum ini, mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Semoga mahasiswa mampu menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam keimanan dan akhlak,” tutupnya.

Sedangkan menurut Cecep Azhar selaku Advokat & Akademisi berpendapat lebih menekankan bahwa nuzulul Qur’an adalah momen untuk menjadikan Kalamullah (Firman Allah) pedoman hidup yang relevan, aktif dan solutif dalam menjawab tantangan zaman. Dengan semangat Nuzulul Qur’an adalah Reaktualisasi Iqra’ atau perintah membaca yang diera digital dapat diartikan menjadi umat atau mahasiswa yang literat, kritis, cerdas, berbasis data dan tidak mudah terhasut berita tidak benar /hoaks. Merujuk Al-Quran QS. Al-‘Alaq ayat 1-5 yaitu al-Quran diturunkan sebagai Hudan atau Furqan. Berdasarkan Hadits Nabi Muhammad SAW diriwayatkan oleh Imam Bukhari (dari Aisyah Ra) Hadist tentang Kisah Wahyu pertama dan HR. At-Tirmidzi & HR Muslim yaitu tentang keutamaan membaca Al-Qur’an.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed