Oleh: C2P Azhar (Advokat & Dosen UIN Banten)
Puasa ramadhan berpotensi besar menjadi sarana pendidikan karakter yang sangat efektif untuk menciptakan generasi emas (cerdas dan tangguh) serta generasi berintelektual agama ( berkahlak mulia, Sholeh dan Sholehah) dimasa yang akan datang. Puasa ramadhan sebuah metode latihan spritual dan mental yang holistik, meningkatkan kepedulian sosial, menata akhlak.
Dengan pembiasaan karakter-karakter positif ini, Ramadhan berfungsi sebagai mesin cetak untuk menghasilkan SDM yang tidak hanya pintar, tetapi juga saleh secara individu maupun sosial siap menyambut Indonesia emas 2045. Ramdhan mengajarkan untuk tidak tamak atau rakus dan merasa cukup serta mengendalikan emosi lisan. Ini menciptakan generasi emas dimasa yang akan datang (The Future Golden Generation) atau membuat masyarakat berintelektual agama (The Make Intelectual People).
Puasa melatih generasi muda untuk disiplin terhadap waktu, Berfikir positif dan beri telektual agamis, Sabar dalam menuntut ilmu, mampu memenejemen diri, ketahanan mental (resiliensi) dalam menghadapi tekanan politik, ekonomi, teknologi, sosial dan hukum yang merupakan kunci kesuksesan di era masa depan yang semakin kompetitif.
Merujuk Al-Qur’an QS. Al-Baqarah ayat 185 menekankan bahwa puasa bertujuan membentuk manusia yang bertaqwa, bersyukur dan cerdas (yarsyuduun). berdasarkan hadist riwayat Imam Bukhari (no.38) dan Imam Muslim (no. 760) dari Abu Hurairah RA, Puasa ramadhan dengan keimanan dan harapan pahala dapat mengampuni dosa-dosa yang lalu, yang menjadi landasan spiritual bagi pembentukkan insan taqwa (generasi emas).
Berdasarkan pandangan para ulama dan fuqaha dan literatur Islam, puasa ramadhan dianggap sebagai madrasah siritual yang mampu membentuk genarasi emas (generasi barakhlak mulia, bertaqwa dan cerdas), sebagaimana menurut pendapat Syekh Yusup Al-Qardhawi menjelaskan bahwa puasa adalah bentuk pendidikan jiwa (tarbiyatun nafsu) untuk meninggalkan selera perut dan syahwat demi ketaatan kepada Allah SWT yang merupakan pondasi karakter. Sedangkan menurut pendapat Imam Mawardi puasa mengajarkan pengendalian diri yang utuh, yang merupakan kunci kedisiplinan generasi muda.
Ulama dan tokoh kontemporer lebih menekankan bahwa puasa ramadhan dapat membentuk generasi emas menuju Indonesia emas 2045. salah satunya adalah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed dalam ceramahnya di masjid Istiqlal ia menekankan bahwa puasa bukan sekedar ritual melainkan sarana pendidikan karakter yang efektif untuk membentuk generasi yang bertaqwa, disiplin dan berakhlakul Karimah yang merupakan kunci generasi emas 2045.










