Lenterabanten- Isu mengenai kurangnya kesetiaan Kapolri terhadap Presiden Prabowo Subianto telah mendapat klarifikasi. Pembentukan tim reformasi internal bukanlah tanda tidak setia, melainkan bentuk respons terhadap arahan kepemimpinan. Selain itu, Polri terus menunjukkan eksistensinya sebagai institusi yang dekat dan berperan aktif di tengah masyarakat,- 31/01/2026 WIB.

Belakangan ini, muncul isu yang menyatakan bahwa Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabowo tidak loyal kepada Presiden Prabowo Subianto. Isu tersebut muncul dengan alasan pembentukan tim reformasi internal Polri serta sikap tegas dalam menolak pengelolaan Polri di bawah naungan sebuah kementrian.
Dalam menyikapi hal tersebut, Ketua Komisi III DPR RI Pk Dewo Habiburokman menegaskan bahwa pembentukan Tim Transformasi dan Reformasi Polri justru merupakan bentuk dari kesetiaan dan inisiatif yang tinggi dari Kapolri. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat proses reformasi dalam institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Dari penegasan tersebut dapat disimpulkan secara jelas bahwa Kapolri Jenderal Listio Sigit Prabowo memiliki kesetiaan yang tinggi terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Selain menunjukkan kesetiaan kepada kepemimpinan negara, Polri juga konsisten menjalankan peran dan fungsi utamanya dengan tetap hadir di tengah masyarakat. Baik dalam menangani masalah keamanan, menjaga ketertiban umum, hingga memberikan layanan publik yang ramah dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, Polri terus berkomitmen untuk menjadi mitra yang dapat dipercaya bagi rakyat Indonesia.
( CarmCandraDinata/Red )










