Pandeglang, Banten – Jumat (10/oktober/2025 ). Pembangunan Majelis Taklim di Desa Rancaseneng, Kecamatan Cikeusik, Kampung Cangkore Wetan, kini tengah dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperkuat nilai-nilai keagamaan dan meningkatkan kualitas kehidupan spiritual masyarakat.
Majelis taklim tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengajian, tetapi juga sebagai pusat pendidikan Islam yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter, moral, dan akhlak umat. Keberadaan majelis taklim menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang berilmu, religius, serta berakhlak mulia.
Pembangunan majelis taklim ini mencakup dua aspek utama, yaitu pembangunan fisik dan pengembangan program keagamaan.
Dari sisi fisik, kegiatan meliputi pendirian atau renovasi gedung yang layak, nyaman, dan representatif untuk menunjang berbagai kegiatan keagamaan seperti pengajian, kajian Al-Qur’an, pelatihan dakwah, serta aktivitas sosial keagamaan lainnya.
Sementara dari sisi pengembangan program, majelis taklim diarahkan menjadi wadah pembinaan umat yang berkelanjutan. Kegiatannya tidak hanya berfokus pada pembelajaran ilmu agama, tetapi juga menyentuh aspek sosial, ekonomi, dan budaya keislaman—termasuk pemberdayaan perempuan, pelatihan keterampilan berbasis syariah, serta kegiatan kepemudaan yang bernuansa religius.
Melalui pembangunan ini, diharapkan terjalin sinergi antara pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat dalam memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjaga nilai-nilai keagamaan di tengah dinamika kehidupan modern. Majelis taklim diharapkan menjadi ruang yang mempersatukan masyarakat dalam semangat kebersamaan, gotong royong, dan pengabdian untuk kemaslahatan umat.
Lebih dari sekadar bangunan fisik, majelis taklim merupakan simbol peradaban Islam di tingkat lokal — tempat tumbuhnya semangat keimanan, pembinaan moral, dan penguatan spiritual masyarakat. Dengan demikian, pembangunan majelis taklim dapat disebut sebagai investasi spiritual dan sosial yang berdampak langsung terhadap kemajuan dan kesejahteraan umat.
Pihak panitia pembangunan menyampaikan bahwa proses pembangunan masih terus berjalan dan membutuhkan dukungan berbagai pihak.
“Pembangunan majelis taklim ini memerlukan biaya yang tidak sedikit dan saat ini masih membutuhkan bantuan serta uluran tangan dari para dermawan dan hamba Allah yang peduli terhadap kemaslahatan umat,” ujarnya.
Panitia berharap partisipasi masyarakat, tokoh agama, dan para donatur dapat mempercepat penyelesaian pembangunan, sehingga majelis taklim ini segera bisa dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan dan pemberdayaan umat di wilayah setempat.
LENTERABANTEN.COM
Pimred: Sarwani,S.Pd
Reporter: CarimCandraDinata SA., C.L.A.












