KOTA SERANG —lenterabanten.com, Memasuki usia ke-19 pada Agustus 2026, Kota Serang terus berbenah untuk mengukuhkan perannya sebagai pusat perkantoran dan ekonomi baru di Banten.
Dengan tema “Madani, Maju, dan Berbudi”, pemerintah bersama warga berupaya memperbaiki infrastruktur publik serta meningkatkan pelayanan untuk menjawab persoalan klasik perkotaan.
Pembenahan Infrastruktur dan Pelayanan Publik
Perbaikan jalan, drainase, hingga fasilitas publik seperti penataan Alun-Alun Kota Serang terus dikebut untuk mempercantik wajah kota.
Ekonomi daerah juga disebut menunjukkan tren positif dan terus bergerak naik seiring komitmen pemerintah daerah.
Pelayanan publik diarahkan agar lebih transparan dan mudah diakses warga. Namun, pemerintah daerah dan DPRD mengakui target integrasi konektivitas, pemerataan infrastruktur, serta tata kelola lingkungan perkotaan belum sepenuhnya tercapai.
Sejumlah persoalan masih menjadi pekerjaan rumah, antara lain penanganan sampah, titik banjir, jalan rusak, dan perbaikan penerangan jalan umum (PJU).
Sampah, Banjir, dan Konektivitas Menjadi Sorotan
Tata kelola lingkungan dan persampahan, yang menjadi bagian dari unsur Maju, dinilai sebagai persoalan paling krusial. Volume penumpukan sampah harian masih melampaui kapasitas angkut.
Sistem drainase kota juga belum terintegrasi secara menyeluruh. Akibatnya, sejumlah kawasan padat penduduk masih mengalami genangan ketika curah hujan tinggi.
Pembangunan jalan berkualitas disebut belum menjangkau seluruh pelosok kecamatan secara merata dan masih terpusat di kawasan protokol.
Pertumbuhan kendaraan pun belum diimbangi dengan manajemen lalu lintas perkotaan dan penyediaan transportasi massal yang memadai.
Digitalisasi dan Layanan Dasar Perlu Diperkuat
Pada unsur Madani, peningkatan kualitas pelayanan publik masih diperlukan. Digitalisasi birokrasi belum sepenuhnya diadopsi seluruh lapisan masyarakat, terutama warga di wilayah pinggiran kota.
Pemenuhan standar minimal sarana dan prasarana kesehatan serta pendidikan di tingkat kelurahan juga masih perlu ditingkatkan agar lebih setara.
Sementara itu, dalam unsur Berbudi, penguatan nilai budi pekerti dan religiusitas dinilai belum sepenuhnya menekan angka kriminalitas jalanan serta kenakalan remaja.
Ruang ekspresi dan dukungan ekonomi berbasis kebudayaan bagi pelaku seni lokal juga belum berjalan secara masif dan konsisten.
Terlepas dari masih banyaknya pekerjaan rumah yang belum selesai, Pencapaian dalam hal penguatan Ekonomi Kerakyatan dan Ruang Publik Dirasakan Warga.
Di tengah berbagai pekerjaan rumah tersebut, sejumlah capaian disebut terasa langsung oleh masyarakat, terutama pada sektor ekonomi kerakyatan dan pembenahan ruang publik, termasuk Alun-Alun dan jalan protokol. Kedua sektor itu bersentuhan langsung dengan aktivitas harian, daya beli, dan kenyamanan warga.
Pertumbuhan ekonomi kota disebut meningkat dari 4,7 persen menjadi 5,2 persen. Dampaknya dirasakan melalui meningkatnya daya beli masyarakat dan perputaran omzet pedagang kecil.
Gelaran Kota Serang Fair 2026 di Stadion Maulana Yusuf juga disebut menjadi wadah bagi ratusan UMKM lokal untuk meraup keuntungan dari perputaran uang masyarakat.
Harga Pangan Terkendali, Akses Kota Dibenahi
Dalam menjaga stabilitas harga pangan, kolaborasi pemerintah kota untuk memastikan pasokan disebut berhasil menjaga inflasi daerah tetap terkendali. Kondisi itu membuat harga kebutuhan pokok harian di pasar tradisional tidak terlalu membebani warga.
Penataan Alun-Alun Kota Serang menjadi salah satu pembenahan yang dirasakan masyarakat. Kawasan tersebut kini disebut lebih rapi, bersih, dan tidak lagi memberi kesan kumuh, sekaligus menyediakan ruang terbuka hijau gratis untuk berolahraga dan berkegiatan bersama keluarga.
Pembenahan jalur pedestrian serta pengaspalan di area strategis, seperti Jalan Diponegoro, turut melancarkan konektivitas warga menuju pusat Royal dan Alun-Alun. Perbaikan ini juga disebut mengurangi hambatan mobilitas harian.
Pada era kepemimpinan saat ini, birokrasi juga disebut dipangkas untuk menangani kebutuhan mendesak masyarakat. Salah satu contohnya ialah penanganan rumah warga yang roboh, dengan bantuan dana perbaikan diserahkan langsung pada hari yang sama tanpa warga harus menunggu anggaran daerah hingga satu tahun.
Red/oyo










