Serang, lenterabanten.com — Tim Panitia Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan melakukan audiensi silaturahmi sekaligus konsultasi strategis kepada Gubernur Banten, Bapak Andra Soni, guna memaparkan rencana pelaksanaan kegiatan besar yang akan digelar di Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, pada tanggal 19 hingga 28 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat dukungan pemerintah daerah sekaligus menyelaraskan arah program dengan visi pembangunan Provinsi Banten.

Dalam pertemuan tersebut, tim panitia menyampaikan konsep utama kegiatan: bagaimana setiap kegiatan yang diselenggarakan dapat pula melahirkan nilai ekonomi dan penghasilan nyata. Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan bukan sekadar ajang pertemuan besar, melainkan wahana pemberdayaan yang melatih kemandirian sekaligus membuka peluang penghasilan bagi generasi muda melalui program-program yang berkelanjutan.
Dukungan Luar Biasa dari Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
Alhamdulillah, hingga saat ini dukungan terhadap rencana kegiatan terus mengalir luas. Pemerintah Pusat melalui Bapak Presiden Republik Indonesia telah memberikan respon yang sangat baik dan apresiasi yang tinggi terhadap gagasan jambore ini. Demikian pula halnya dengan Bapak Kapolri yang menyambut positif dan menyatakan selamat datang serta siap mendukung pelaksanaan kegiatan.
Saran dan arahan dari Bapak Gubernur Andra Soni pun menjadi pedoman berharga bagi tim panitia dalam menyempurnakan rencana pelaksanaan. Gubernur Banten menyambut antusias dan menilai program ini sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberdayakan potensi pemuda di daerah.
Inti Kegiatan: Pembuatan Biopelok dan Budidaya Perikanan
Kegiatan inti yang akan dilaksanakan selama jambore berfokus pada penerapan teknologi tepat guna dan budidaya, yaitu pembuatan Biopelok serta pelatihan teknis budidaya ikan lele dan ikan nila. Peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga praktik langsung yang dapat diterapkan di daerah masing-masing setelah kembali ke rumah.
Pada pelatihan tersebut, setiap peserta yang mengikuti rangkaian kegiatan pembuatan Biopelok dan budidaya perikanan akan menerima sertifikat pelatihan. Sertifikat ini menjadi bukti penguasaan keterampilan sekaligus bekal yang membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan usaha mandiri atau menjadi tenaga pelatih di daerah asalnya.
Peserta Melimpah dan Tujuan Menyatukan Kekuatan Bangsa
Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan diperkirakan akan diikuti oleh sekitar 2.500 peserta yang datang dari berbagai daerah di seluruh Indonesia. Jumlah yang besar ini bukan sekadar angka, melainkan simbol kekuatan pemuda yang bersatu.
Tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah menyatukan komponen pemuda, santri, dan ulama ke dalam satu kesatuan yang utuh. Ketiga pilar kekuatan bangsa ini harus berjalan beriringan, saling menguatkan, dan bersinergi demi kemajuan bersama. Harapan besar panitia, di masa mendatang puncak pertemuan dan persatuan ini dapat diselenggarakan di Stadion Gelora Bung Karno, sebagai simbol persatuan pemuda Indonesia di panggung tertinggi.
Penghasilan Nyata bagi Generasi Pemuda
Inti dari seluruh rencana dan program jambore ini adalah satu hal yang menjadi kesimpulan utama: terbukanya peluang penghasilan bagi generasi muda melalui program ini. Ketika peserta pulang membawa keterampilan membuat Biopelok dan teknik budidaya ikan yang teruji, maka di sanalah dimulai langkah kemandirian ekonomi. Kegiatan yang terencana dengan baik harus mampu melahirkan manfaat yang berkelanjutan, sehingga setiap pemuda yang terlibat dapat meningkatkan taraf hidupnya dari hasil keringat dan keterampilan sendiri.
Dukungan Penuh Gubernur Banten
Gubernur Banten, Bapak Andra Soni, menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi terhadap program Biopelok dan keseluruhan konsep Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan. Dukungan ini menjadi kekuatan tambahan bagi seluruh jajaran kepanitiaan, baik di tingkat pusat maupun daerah, untuk semakin bersemangat mematangkan segala persiapan.
Dengan dukungan dari Presiden, Kapolri, Gubernur Banten, serta antusiasme masyarakat dan pemuda, Jambore Nasional Pemuda Ketahanan Pangan di Wanasalam, Lebak, Banten, pada 18–28 Oktober 2026, diproyeksikan menjadi peristiwa besar yang melahirkan bukan hanya kenangan persaudaraan, melainkan juga keterampilan, kemandirian, dan penghasilan nyata bagi pemuda Indonesia.
Redaksi : Pachiko S.AP











