(Disampaikan oleh Perwakilan Keluarga / Orang Tua)
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Selamat sore / selamat malam semuanya.
Yang kami hormati Bapak/Ibu Keluarga Besar dari pihak mempelai laki-laki,
Yang kami muliakan para sesepuh, tokoh masyarakat, kerabat, serta seluruh tamu undangan yang berbahagia.
Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang atas izin dan rahmat-Nya kita dapat berkumpul di tempat yang penuh berkah ini. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan kita semua selaku umatnya hingga akhir zaman.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Rasulullah SAW pernah bersabda:
«النِّكَاحُ سُنَّتِي، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي»
“Nikah itu sunnahku; barangsiapa menjauhi sunnahku, bukan termasuk golonganku.” (HR. Ibnu Majah)
Hadits ini menjadi landasan bahagia kami hari ini. Bahwa apa yang sedang berlangsung dan kita saksikan—penyatuan dua hati [Nama Mempelai Laki-laki] dan [Nama Mempelai Perempuan]—adalah pelaksanaan sunnah Rasulullah, jalan yang diridhai Allah untuk membangun rumah tangga yang damai.
Kepada keluarga besar Bapak/Ibu [Nama Orang Tua Laki-laki], izinkanlah kami mewakili seluruh keluarga mempelai perempuan menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya. Terima kasih telah menerima putri kami dengan tangan terbuka, penuh kehangatan, dan kasih sayang yang tulus. Bagi kami, ini adalah kebahagiaan sekaligus kehormatan besar, karena putri kami telah dipilih dan dipercaya untuk mendampingi putra Bapak/Ibu yang gagah dan berakhlak mulia.
Sebagaimana sabda Nabi SAW lagi:
«مَنْ تَزَوَّجَ فَقَدْ أَحْرَزَ نِصْفَ الدِّينِ، فَلْيَتَّقِ اللَّهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِي»
“Barangsiapa menikah, ia telah menjaga separuh agamanya. Maka bertakwalah kepada Allah pada separuh yang tersisa.” (HR. Al-Hakim)
Maka pernikahan ini bukan sekadar ikatan duniawi, melainkan ibadah besar yang menyempurnakan jalan hamba menuju Tuhannya.
Kepada kedua mempelai yang kami cintai:
Hari ini kalian resmi menjadi pasangan suami istri. Ingatlah, pernikahan bukan sekadar menyatukan dua nama, tapi menyatukan dua pikiran, dua perasaan, dan dua jalan hidup.
– Untuk [Nama Mempelai Laki-laki], jagalah istri Anda dengan sebaik-baiknya, sabarlah menghadapi segala sifat dan kekurangannya, serta jadilah imam dan pemimpin yang bijaksana bagi keluarga kalian kelak.
– Dan untuk [Nama Mempelai Perempuan], jadilah istri yang sholehah, pendamping yang setia, penyejuk hati, serta tempat pulang yang nyaman bagi suamimu. Ingatlah, rumah tangga yang bahagia dibangun atas dasar saling memahami, saling memaafkan, dan saling melengkapi.
Izinkan kami juga mendoakan kalian berdua dengan doa yang pernah diajarkan Rasulullah SAW:
«بَارَكَ اللَّهُ لَكُمَا، وَبَارَكَ عَلَيْكُمَا، وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ»
“Semoga Allah memberkahi kalian, melimpahkan keberkahan atas kalian, dan menyatukan kalian berdua dalam kebaikan.” (HR. Abu Daud)
Kami sadar, dalam persiapan maupun pelaksanaan acara ini, pasti ada hal-hal yang kurang berkenan, baik dari segi penyambutan, tempat, maupun hidangan yang disajikan. Mengikuti anjuran Rasulullah yang bersabda “Adakanlah walimah meski hanya dengan seekor kambing”, kami berusaha menyiapkan yang terbaik sesuai kemampuan. Untuk segala kekurangan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih juga kepada seluruh tamu yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan doa untuk hadir di sini. Semoga kehadiran kalian membawa berkah bagi kedua mempelai.
Akhir kata, semoga pernikahan ini menjadi ibadah yang diridhoi Allah SWT, panjang umur, dimurahkan rezekinya, serta dikaruniai keturunan yang saleh dan berbakti.
Sekian sambutan dari kami. Mohon maaf apabila ada tutur kata yang kurang berkenan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.











