Lebak, – Mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN), yang tengah melaksanakan kegiatan humanity project (kegiatan kemanusiaan), akan menggelar pameran edukasi mitigasi bencana melalui event Sawala Lembur, di SMAN 1 Bayah, Banten Selatan, pada Rabu, 10 Juni 2026 mendatang.
Sebanyak 11 orang mahasiswa Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dari jurusan ilmu komunikasi tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten, selama tiga bulan dari 4 April – 13 Juni 2026.
Selain menghadirkan pameran edukatif, kegiatan ini juga akan diisi dengan talkshow kebencanaan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan siswa terhadap berbagai potensi bencana yang mengancam kawasan pesisir selatan Banten.
Penyelenggara kegiatan pameran, Gina Fajriatien Nisa, mengatakan bahwa Event Sawala Lembur dengan mengusung tema;”Kenali alam dan Siagakan Diri” dirancang sebagai ruang belajar interaktif yang dapat memperkuat literasi kebencanaan di kalangan generasi muda.
“Dalam pameran edukasi ini juga akan dilaksanakan talkshow yang bertujuan meningkatkan pengetahuan serta kesiapsiagaan, khususnya para siswa dalam menghadapi bencana di wilayah pesisir Banten Selatan,” kata Gina dalam keterangannya kepada media, Selasa (2/6/2026).
Ada tiga materi yang akan digelar selama pameran tersebut; Peluncuran Buku Katalog (Rambu Evakuasi Berbasis Kearifan Lokal, Boardgame (belajar siaga bencana melalui game) dan Talk Show ( cerita dan belajar ilmu bencana).
“Pada acara Talk Show sebanyak 70 orang siswa SMAN 1 Bayah, akan menjadi peserta diskusi dengan narasumber Gina Fajriatien Nisa, Adestia, Cera, Jesyln, Hugo, Rocky. Selain itu, diskusi ini juga akan menghadirkan Direktur GMLS Anies Faisal Reza atau yang lebih dikenal dengan sapaan Abah Lala), Kepala BPBD Kabupaten Lebak, H. Sukanta, Kepala SMAN 1 Bayah Asep Darma Mulya, dan sejumlah pegiat sosial lainya.
Menurut Gina, kegiatan pameran edukasi mendapat dukungan penuh dari pihak SMA Negeri 1 Bayah serta sejumlah pegiat mitigasi bencana di Bayah, termasuk Abah Lala, pendiri Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS).
GMLS adalah sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang membangun kemandirian masyarakat dalam menghadapi bencana alam, khususnya gempa bumi dan tsunami di wilayah pesisir Banten Kidul.
Sementara, dukungan dari SMAN 1 Bayah, disampaikan dalam audiensi antara tim penyelenggara dari UMN dengan Kepala SMA Negeri 1 Bayah, Asep Darma Mulya, Pembina Pramuka Nahrudin, dan Pembina Palang Merah Remaja (PMR) Nanan.
Kepala SMA Negeri 1 Bayah, Asep Darma Mulya, menyambut positif pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kebencanaan menjadi kebutuhan penting bagi pelajar yang tinggal di wilayah rawan bencana.
“Kegiatan ini sangat baik. Belum pernah ada sebelumnya kegiatan pameran yang mengangkat tema mitigasi bencana di sekolah kami. Karena itu, kami tentu mendukung penuh pelaksanaannya,” kata Gina.
Gina, menilai pendekatan edukasi melalui pameran dan diskusi menjadi metode yang efektif untuk memperkenalkan konsep mitigasi bencana kepada siswa secara lebih menarik dan mudah dipahami.
Sebagai wilayah yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia, kawasan pesisir selatan Kabupaten Lebak memiliki tingkat kerentanan terhadap berbagai ancaman bencana alam, seperti gempa bumi dan tsunami. Kondisi tersebut menjadikan peningkatan literasi kebencanaan sebagai salah satu langkah strategis dalam membangun budaya kesiapsiagaan sejak usia sekolah.
Dukungan serupa juga diberikan oleh para pembina Pramuka dan PMR SMA Negeri 1 Bayah. Mereka menilai nilai-nilai kesiapsiagaan, kepedulian sosial, dan semangat pengabdian yang diusung dalam Sawala Lembur sejalan dengan pembinaan karakter yang selama ini diterapkan kepada para siswa.
“Pada acara Talk Show sebanyak 70 orang siswa SMAN 1 Bayah, akan menjadi peserta diskusi
Melalui kegiatan tersebut, peserta akan diajak mengenal berbagai informasi mengenai mitigasi bencana melalui media edukasi yang interaktif. Siswa juga akan mendapatkan pemahaman mengenai langkah-langkah kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Sawala Lembur, juga didukung oleh Dewan Pimpinan Daerah Komite Wartawan Reformasi Indonesia (DPD KWRI) Provinsi Banten, dan radio Fanorama FM, dalam memperluas penyebaran informasi mengenai pentingnya literasi kebencanaan kepada masyarakat.
Melalui event pameran Sawala Lembur, diharapkan melahirkan generasi muda yang lebih sadar terhadap risiko bencana, tanggap dalam situasi darurat, serta memiliki peran aktif dalam membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.—(red)
Mahasiswa UMN Gelar Pameran Edukasi Mitigasi Bencana di SMAN 1 Bayah








