Puasa Ramadhan Merupakan Golden Opportunity Or Golden Time Of Worship

Oleh: C2P Azhar (Advokat & Dosen)

Puasa Ramadhan adalah titik balik menuju kehidupan yang lebih baik dan bermakna serta peningkatan ketaatan yang diharapkan bertahan setelah bulan Ramadhan berakhir. Puasa melatih sabar, menahan amarah, iri hati dan kesombongan yang membentuk karakter lebih baik, waktu yang tepat untuk meninggalkan kebiasaan buruk, meningkatkan disiplin dan memperkuat hubungan dengan Allah (hablum minallah) serta sesama (hablum minannas).

Puasa ramadhan moment musim panen pahala dan pembersihan jiwa yang terjadi setahun sekali, menjadikannya waktu terbaik (golden time) untuk memaksimalkan ibadah. Puasa Ramadhan merupakan moment Golden time of worship yaitu periode istimewa dimana Allah SWT melipatgandakan pahala, membuka pintu ampunan seluas-luasnya dan memberikan kesempatan emas bagi umat muslim untuk meningkatkan kualitas spiritual serta bertaqwa. Sedangkan Golden Opportunity yaitu Mement istimewa satu bulan penuh untuk penghapusan dosa, peningkatan ketaqwaan dan perbaikkan diri secara menyeluruh.

Atau dengan kata lain puasa ramadhan disebut sebagai sayyidus syuhur, syahrul mubaraq, syahrul maghfiroh and a gift of time untuk meningkatkan kualitas iman dan taqwa serta berbakti kepada kedua orang tua (birrul walidain) dan bangun disepertiga malam (waktu sahur) adalah salah satu terbaik untuk mewujudkannya.

Bulan ramadhan adalah momen dimana pintu ampunan dibuka seluas-luasnya sehingga setiap ibadah didalamnya bernilai lebih tinggi termasuk potensi mendapatkan ampunan dosa yang telah lalu, merujuk pada Al-Qur’an QS. Al-Baqarah ayat 185 yang menekankan keistimewaan ramadhan sebagai bulan diturunkannya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia. ini menegaskan ramadhan sebagai waktu emas karena kemuliaan bulan tersebut.

Puasa ramadhan adalah waktu emas atau momen utama penuh keberkahan bersumber dari hadist-hadist nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh beberapa sahabat yaitu Hadits Riwayat Abu Hurairah RA Rasulullah bersabda Apabila ramadhan tiba, pintu surga di buka, pintu neraka di tutup dan setan pun dibelenggu. Merujuk HR. Bukhari & Muslim menegaskan ramadhan adalah waktu terbaik (emas) untuk beribadah karena godaan berkurang dan Rahmat terbuka lebar.

Menurut imam empat Mazhab (Hanafi, Hambali, Maliki & Syafe’i) mereka bersepakat bahwa ramadhan adalah bulan yang wajib diisi dengan puasa, shalat tarawih, dan ibadah lainnya karena keutamaannya yang melampaui bukan lain. Sedangkan menurut ulama kontemporer seperti Yusup Al- Qardhawi menekankan puasa ramadhan sebagai sarana meningkatkan kualitas diri (taqwa) dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Puasa ramadhan bukan hanya menahan lapar dan haus saja tetapi membentuk karakter dan ketaqwaan. menyia-nyiakan ramadhan akan menghilangkan peluang meraih ampunan Allah SWT. Karena itu, ramadhan harus diisi dengan ibadah dan amal kebaikkan. Keberhasilan ramadhan terlihat dari perubahan diri menjadi pribadi yang lebih taat dan lebih baik serta anti Korupsi, Kolusi dan Nepotisme.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *