KOTA SERANG, Sudah berjalan beberapa tahun lalu, warga perumahan Puri Serang Hijau Kec. Cipocokjaya Kota Serang Banten, mengeluhkan kondisi jalan komplek yang menghubungkan ke lingkungan Tegal Jeruk, Polda, Ciloang dan arah kantor Kec Cipocok rusak, berlubang dan menjadi kubangan air saat turun hujan.
Padahal Lahan fasus, fasum sudah di serah-terimakan kepada pihak Pemerintah Kota Serang sejak tahun 2020, atau 6 tahun yang lalu. Akan tetapi hal ini tidak menjadi perhatian dari lihak PemKot, baik sarana umum ataupun khusus.
Jalan yang berkubang, mengganggu dan membahayakan bagi si pengendara yang setiap hari melintasi jalan tersebut, bahkan bagi si pengendara roda 2 (motor) terkadang terpeleset dan masuk dalam kubangan (lubang) jalan yang rusak karena tergenang air.
Yang lebih menyedihkan, bagi para pejalan kaki atau saat anak–anak berangkat sekolah, itu pasti terkena kotoran coklatnya air dari cipratan lalu-lalang kendaraan.
Pernah suatu ketika, beberapa tahun lalu pihak media mengkonfirmasi memohon perbaikan jalan tersebut, akan tetapi jawaban dari pihak pemkot katanya sedang DEFISIT Anggaran.
Cecep Azhar, selaku salah satu pengurus RW 15 Puri Serang Hijau, dan sekaligus merupakan seorang advokat, beberapa saat lalu ( Jum’at 20 Februari 2026) mengkonfirmasi Nofri, Kepala Dinas Perkim Kota Serang lewat WhastApp dan mendapatkan tanggapan, “InSyaa Allah nanti kami cek,” tulisnya singkat.
Sementara dengan jawaban seperti itu, warga perumahan Puri Serang Hijau berharap banyak agar segera diperbaiki jalan utama sepanjang dari jalan raya hingga ke belakang arah Tegal Jeruk, Polda dan Kantor Kecamatan Cipocokjaya. ***(THM)









