Oleh: C2p Azhar
Pendapat bahwa puasa ramadhan membuat tubuh lemah, sakit dan bukan pembersih tubuh (detoksifikasi) adalah MITOS yang umumnya muncul karena kurangnya adaptasi tubuh atau pola makan yang salah saat sahur dan berbuka puasa.
Ketakutan akan jatuh sakit saat puasa ramadhan adalah hal yang wajar, terutama jika seseorang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau pernah mengalami masalah pencernaan /lemas saat berpuasa sebelumnya.
Namun secara medis dan spiritual, puasa ramadhan justru diakui memiliki banyak manfaat bagi kesehatan jika dilakukan dengan cara yang benar.
Ditinjau secara medis murni, puasa ramadhan justru diakui memiliki berbagai manfaat kesehatan terutama dalam hal detoksifikasi dan regenerasi sel, asalkan dilakukan dengan pola makan dan nutrisi yang baik.
Mengistirahatkan sistem pencernaan, memungkinkan tubuh membuang racun dan sisa metabolisme. tubuh memecah lemak sebagai sumber energi, sekaligus mengurangi penyerapan radikal bebas dari makanan, sehingga racun tubuh berkurang.
Menurut para ahli kesehatan dan studi ilmiah yaitu puasa ramadhan telah diakui sebagai proses pembersih tubuh alami atau detoksifikasi yang efektif, saat berpuasa tubuh mendapatkan kesempatan untuk mengistirahatkan organ pencernaan dan fokus pada perbaikkan seluler, proses Autophagy (pembersih sel) dimana sel-sel tubuh memperbaiki diri, menghancurkan sel-sel yang rusak dan mendaur ulang komponen sel yang tidak lagi berfungsi.
Salah satu tokoh yang sering membahas kaitan puasa dengan kesehatan fisik dan proses Autophagy (pembersih sel) adalah Dr. Dion Sky menyatakan bahwa:
1. Puasa Ramadhan memicu autophagy yaitu proses dimana tubuh membersihkan diri dengan memakan sel-sel yang rusak, tua, atau tidak berguna untuk di daur ulang menjadi sel baru yang lebih sehat.
2. puasa ramadhan dianggap sebagai cara alami untuk membuang racun (detok) dari tubuh mengurangi peradangan dan memperbaiki sistem metabolisme.
3. Puasa ramadhan selain membersihkan racun membantu memperbaiki fungsi organ meningkatkan sistem kekebalan dan menurunkan risiko penyakit.
Menurut para ulama, seperti yang dikutip dalam hidayatullah.com menekankan bahwa puasa ramadhan adalah sarana penyucian jiwa, pembersihan jiwa dari dosa-dosa berjalan beriringan dengan pembersihan tubuh dari kotoran atau racun yang menumpuk akibat pola makan.
Merujuk pada Al-Qur’an tujuan puasa agar menjadi orang yang bertaqwa (QS. Al-Baqarah :183) dan dalam ayat 184 – 185 mengisyaratkan bahwa jika seseorang mampu berpuasa itu lebih baik baginya.
Dalam Hadits (HR. Ath-Thabrani) meskipun sanadnya lemah yaitu Rosulullah SAW bersabda berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat, dan hadist lain menunjukkan puasa membantu pengendalian hawa nafsu dan disiplin yang berdampak positif pada kesehatan.












