Dari Pendatang Baru Jadi Pemenang: Langkah Cerdik Windarto Bawa PT Win Karya Mandiri Rebut Proyek PT Pertamina

Serang 06 Febuari 2026 – Kejutan datang dari dunia tender proyek PT Win Karya Mandiri (WKM), perusahaan yang belum lama berselancar di sektor energi, berhasil mengalahkan para pemain besar dan memenangkan proyek pemeliharaan dan peningkatan sistem tangki penyimpanan BBM di Refinery Unit III PT Pertamina (Persero). Kunci kemenangan ini terletak pada kepiawaian Direktur Utamanya, Windarto, yang menerapkan strategi “underdog” secara cerdik dan efektif.

Sebagai perusahaan yang tidak sebesar kompetitornya, Windarto menyadari bahwa WKM harus menawarkan nilai yang berbeda. Berikut adalah langkah-langkah taktis yang diambilnya:1. Fokus Spesifik sebagai “Spesialis Solusi Segera”
Windarto memutuskan untuk tidak menjual WKM sebagai penyedia jasa serba bisa. Alih-alih, ia mengemas perusahaan sebagai “spesialis solusi cepat dan presisi untuk permasalahan fasilitas existing”. Proposal mereka berfokus pada metode pemeliharaan prediktif dan teknologi perbaikan hot work yang minim downtime, sebuah poin kritis bagi Pertamina yang ingin menghindari gangguan operasi. “Mereka mengidentifikasi pain point kami dengan sangat tajam dan menawarkan solusi yang langsung menyasar ke sana,” ujar seorang insinyur Pertamina yang terlibat.2. Leveraging Kekuatan SDM Lokal dan Pelatihan Intensif
Windarto menggaet dan memamerkan keahlian tim inti WKM yang terdiri dari mantan ahli teknik kilang Pertamina dan insinyur dengan sertifikasi internasional. Ia juga menambahkan program pelatihan knowledge transfer bagi tenaga muda WKM oleh para ahli tersebut sebagai bagian dari penawaran. Hal ini menunjukkan komitmen membangun keahlian dalam negeri sekaligus mengurangi risiko karena tim yang berpengalaman.3. Model Kemitraan dan Pembiayaan yang Inovatif
Menyadari bahwa kekuatan finansial mungkin menjadi kelemahan, Windarto merancang model kemitraan dengan perusahaan pembiayaan nasional untuk menjamin kelancaran arus kas proyek. Selain itu, ia menawarkan skema pembayaran berbasis pencapaian milestone kinerja (performance-based payment), yang mengurangi beban finansial awal bagi Pertamina dan membangun kepercayaan atas komitmen WKM.4. Pendekatan “Boots on the Ground” dan Komunikasi Langsung
Windarto dan tim teknisnya menghabiskan waktu lebih banyak di lapangan sebelum tender, melakukan observasi mendetail (sepanjang diizinkan). Mereka datang ke ruang presentasi dengan data lapangan, foto, dan analisis awal yang konkret. Pendekatan “kami siap terjun langsung” ini kontras dengan pendekatan kompetitor yang lebih banyak berbasis dokumen. Windarto sendiri yang memimpin presentasi dengan gaya komunikasi yang lugas dan teknis.5. Penekanan pada Keamanan, Kesehatan, dan Lingkungan (K3L) yang Ultra-Ketat
Memahami bahwa K3L adalah harga mati bagi Pertamina, Windarto membuat seluruh proposal berporos pada sistem K3L mereka. Ia bahkan mengusulkan penerapan teknologi wearable sensor untuk memantau keselamatan pekerja secara real-time, yang merupakan nilai tambah inovatif bagi standar yang sudah ada.Tanggapan Resmi
Humas PT Pertamina (Persero) mengonfirmasi kemenangan WKM. “Keputusan didasarkan pada evaluasi menyeluruh. Penawaran PT Win Karya Mandiri dinilai sangat inovatif, terutama dalam aspek minimalisasi downtime, kekuatan tim teknis, dan komitmen K3L yang sangat detail.”Windarto, dalam pernyataannya, menyatakan, “Kemenangan ini adalah bukti bahwa dengan fokus, inovasi, dan memahami kebutuhan pelanggan secara mendalam, perusahaan dengan semangat wirausaha yang kuat bisa bersaing. Ini kemenangan untuk seluruh tim WKM yang bekerja tanpa lelah.”Kemenangan PT Win Karya Mandiri ini dianggap sebagai angin segar yang mendorong kompetisi sehat di industri jasa pendukung energi, sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan yang cermat dan berani dari perusahaan “non-raksasa” dapat menembus pasar yang kompetitif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *