Lentera Banten. Dalam beberapa har ini dunia dikejutkan dengan melutupnya konflik Israel dan Palestina. Respon balasan Hamas atas aksi kekerasan yang terjadi di komplek Masjidil Aqso yang diakukan oleh tentara dan polisi Israel terhadap rakyat Palestina. Konflik Israel dan Palestina bukanlah konflik baru tetapi konflik lama yang sewaktu-waktu bisa meletup.
Pantauan wartawan Lentera Banten di media televisi dan media online. Selasa, (10/10/2023). Konflik ini sangat mengerikan, korban bejatuhan ratusan orang tewas dikedua belah pihak antara pihak Israel dan pihak Palestina. Roket-roket saling bersautan, ledakan dimana-mana dan Gedung-gedung runtuh akibat dari serangan roket dari kedua belah pihak.
Untuk merespon meletupnya konflik Israel dan Palestina. Pengurus Besar Nahdaltul Ulama (BPNU) mengeluarkan pernyataan sikap.
Pernyataan Sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama menanggapi eskalasi konflik dan kekerasan antara Israel dan Palestina yang terjadi belum lama ini terjadi.
1. Menyampaikan penyesalan dan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya eskalasi konflik dan kekerasan antara Israel dan Palestina di Kawasan Jalur Gaza.
2. Menyerukan agar konflik dan kekerasan yang telah menimbulkan jatuhnya korban kemanusiaan tersebut segera dihentikan dengan segala daya upaya.
3. Menyerukan kepada masyarakat internasional agar bertindak dengan lebih tegas (decisive) dalam mengupayakan penyelesaian yang adil atas konflik Israel – Palestina sesuai hukum dan kesepakatan internasional yang ada.
4. Menyerukan kepada Anggota Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk tidak menggunakan hak veto dalam membela satu pihak dalam tragedi kemanusiaan yang berkepanjangan tersebut.
5. Menyerukan agar identitas dan seruan-seruan keagamaan tidak digunakan untuk memupuk dan menyuburkan permusuhan dan kebencian, termasuk dalam kaitannya dengan konflik dan kekerasan Israel – Palestina.
6. Menyerukan agar inspirasi agama tentang Rahmah, persaudaraan dan keadilan universal dikedepankan resolusi konflik di semua tingkatan, baik di struktur politik maupun di tingkat komunitas.
7. Menyerukan kepada umat Islam dan warga Nahdlatul Ulama untuk melakukan shalat ghaib dan doa bersama guna mendoakan arwah yang meninggal disebabkan eskalasi kekerasan serta mendoakan agar jalan perdamaian dan keadilan dapat segera terwujud.
Dikeluarkan di Jakarta
Pada tanggal 23 Rabi’ul Awal 1445 H/09 Oktober 2023 M
KH. Yahya Cholil Staquf
Ketua Umum
Drs. H. Saifullah Yusuf
Sekretaris Jenderal
diolah dari berbagai sumber. (Imonk)
PBNU Mengeluarkan Pernyataan Sikap Terkait Konflik Israel – Palestina












