lenterabanten – Kondisi jembatan penghubung akses Kampung Peteuy, Desa Padaherang, Kecamatan Angsana, kini memprihatinkan dan berada dalam kondisi kritis. Struktur jalan mengalami kerusakan parah hingga berlubang dan ambrol di bagian dalam, mengancam keselamatan nyawa pengguna jalan, khususnya pelajar dan masyarakat umum.

Jembatan ini merupakan jalur vital dan alternatif utama bagi warga dalam beraktivitas, mulai dari akses pendidikan, ekonomi, hingga mobilitas sehari-hari. Kerusakan yang dibiarkan berlarut dikhawatirkan menjadi pemicu bencana kecelakaan yang tak terelakkan jika pemerintah tidak segera turun tangan.
Seorang warga setempat, Jumat (10/04/2026), menyuarakan keprihatinan mendalam. Baginya, keselamatan warga saat ini berada di ujung tanduk akibat kelalaian perawatan infrastruktur.
“Kami sangat cemas melihat kondisi ini. Apalagi anak-anak sekolah setiap hari harus melewatinya. Jembatan sudah bolong dan bagian dalamnya sudah ambrol. Jika dibiarkan, ini bukan sekadar gangguan aktivitas, tapi potensi pembunuhan diam-diam yang bisa merenggut nyawa,” tegasnya dengan nada keras.
Warga menuntut tanggung jawab penuh dari pemerintah. Mereka tidak lagi ingin mendengar janji, melainkan aksi nyata perbaikan secepat mungkin.
“Kami desak Bapak Kepala Desa, Bapak Camat, Ibu Bupati Pandeglang, hingga Bapak Gubernur Banten untuk segera bertindak. Jembatan ini urat nadi masyarakat. Jika ambruk total, akses warga akan terputus sepenuhnya. Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak,” tandasnya.
Masyarakat berharap adanya respon kilat dari pihak berwenang demi mencegah hal fatal terjadi, serta menjamin hak warga atas infrastruktur yang layak dan aman.
Sumber: Imam Satori
Penulis: Carim







