Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 harus menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali memahami bahwa membangun bangsa tidak bisa dilakukan secara instan. Negara yang maju dan kuat membutuhkan proses, kesabaran, keberanian untuk belajar, serta kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk berpikir dan memberikan kontribusi.
Hendra Primitif mengatakan, kemajuan bangsa bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau pejabat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama antara rakyat, pemimpin, generasi muda, dunia pendidikan, pelaku usaha dan seluruh elemen masyarakat.
“Berikan kesempatan kepada semua orang untuk berpikir. Jangan selalu melihat siapa yang berbicara, tetapi lihat apa yang dipikirkan dan apa yang bisa diberikan untuk kemajuan. Bangsa ini tidak boleh dibangun dengan pola pikir instan, tetapi dengan proses, gagasan, kerja nyata dan keberanian untuk terus memperbaiki diri.”
Menurutnya, setiap manusia memiliki potensi dan gagasan. Karena itu, ruang demokrasi dan ruang berpikir harus terus dibuka. Perbedaan pendapat jangan dianggap sebagai ancaman, tetapi jadikan sebagai bahan untuk menemukan solusi yang lebih baik.
“Pejabat jangan takut dikritik, rakyat jangan takut menyampaikan pendapat. Yang penting semuanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membangun negeri. Kritik harus melahirkan evaluasi, evaluasi harus melahirkan perbaikan, dan perbaikan harus menghasilkan kemajuan,” ujarnya.
Hendra juga mengingatkan bahwa kemajuan tidak selalu harus terlihat cepat. Ada proses yang membutuhkan waktu, ada gagasan yang harus diuji, dan ada kebijakan yang harus dievaluasi sebelum benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jangan mengejar hasil secara instan sampai melupakan proses. Berikan kesempatan kepada rakyat untuk tumbuh, kepada generasi muda untuk berkarya, dan kepada pejabat untuk terus belajar serta memperbaiki kinerjanya. Sebab Indonesia yang besar dibangun bukan dengan pikiran pendek, tetapi dengan pikiran panjang untuk masa depan.”
Momentum HUT RI ke-81 hendaknya menjadi ajakan untuk bersama-sama membangun Indonesia dengan pikiran yang cerdas, hati yang terbuka, kerja yang ikhlas dan semangat yang tidak pernah berhenti untuk berbenah.
“Merdeka itu bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga merdeka untuk berpikir, merdeka untuk berkarya, merdeka untuk menyampaikan kebenaran, dan merdeka untuk bersama-sama memperbaiki negeri.”
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. 🇮🇩
Terus berpikir. Terus belajar. Terus berbenah. Terus bergerak untuk Indonesia yang lebih maju dan kuat.
Hendra Primitif
Pemerhati Kebijakan Sosial dan Kemasyarakatan







