SERANG – Kebersamaan dan kedekatan yang erat antara seorang guru dan muridnya tergambar jelas dalam kegiatan santai yang digelar di Padepokan Macan Sakti, Cipare, Kota Serang.
Sebagai bentuk rasa syukur dan upaya mempererat tali silaturahmi, sang guru, Abah Azril, mengajak anak-anak binaannya untuk berkumpul dan menikmati momen kebersamaan lewat acara bakar ayam dan makan nasi liwet bersama.
Suasana hangat langsung terasa sejak proses persiapan. Dengan penuh canda tawa dan kerja sama, anak-anak binaan bahu-membahu menyiapkan pembakaran, mengipasi ayam, hingga menggelar daun pisang sebagai alas nasi liwet khas tradisi kebersamaan masyarakat Sunda.
Abah Azril menyampaikan bahwa kegiatan sederhana seperti ini memiliki makna yang sangat mendalam bagi pembentukan karakter anak binaan.
“Melalui momen makan bersama ini, kita tidak hanya sekadar mengisi perut, tetapi juga memupuk rasa kebersamaan, solidaritas, dan rasa saling memiliki di antara keluarga besar Padepokan Macan Sakti. Seorang guru tidak hanya mengajar di dalam kelas atau tempat latihan, tetapi juga merangkul layaknya orang tua di kehidupan sehari-hari,” ujar Abah Azril.
Acara ditutup dengan doa bersama dan makan bersama di atas gelaran daun pisang (ngaliwet). Senyum sumringah terpancar dari wajah anak-anak binaan yang tampak sangat menikmati hidangan hangat hasil gotong royong mereka sendiri.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ikatan kekeluargaan di Padepokan Macan Sakti Cipare semakin kokoh, serta melahirkan generasi yang tidak hanya tangguh secara fisik dan mental, tetapi juga memiliki rasa kepedulian sosial yang tinggi terhadap sesama.
Dari proses bakar-bakar sampai makan beralaskan daun pisang, semuanya dilakukan dengan gotong royong dan penuh canda tawa. Lewat momen sederhana ini, karakter kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur terus dipupuk.
Sehat dan sukses selalu untuk Abah Azril dan seluruh anak-anak binaan Padepokan Macan Sakti.
#MacanSakti #AbahAzril #Cipare #KotaSerang #NgaliwetBareng #SeniBudaya #KeluargaPadepokan







