{"id":8606,"date":"2025-10-31T06:16:00","date_gmt":"2025-10-31T06:16:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lenterabanten.com\/?p=8606"},"modified":"2025-10-31T06:16:09","modified_gmt":"2025-10-31T06:16:09","slug":"pencegahan-dan-penanggulangan-anemia-pada-anak-usia-sekolah-dan-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lenterabanten.com\/index.php\/2025\/10\/31\/pencegahan-dan-penanggulangan-anemia-pada-anak-usia-sekolah-dan-remaja\/","title":{"rendered":"Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Pada Anak Usia Sekolah dan Remaja"},"content":{"rendered":"<p>Serang,30-10-2025<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/lenterabanten.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/screenshot_20251030-1418256636423584623249036.jpg?resize=549%2C312&#038;ssl=1\" class=\"wp-image-8601 alignnone size-full\" width=\"549\" height=\"312\"  data-recalc-dims=\"1\"><\/p>\n<p>Anemia Pada Remaja Putri<br \/>\nRematri Rentan mengalami anemia karena :<\/p>\n<p>Rematri mengalami menstruasi sehingga kehilangan banyak darah<br \/>\nSedang tumbuh sangat pesat sehingga perlu zat gizi lebih banyak<br \/>\nKurang asupan kaya zat besi dan protein dalam makanan sehari-hari<br \/>\nSering melakukan diet yang keliru untuk menurunkan berat badan<br \/>\nAgar tidak terjadi Anemia pada<\/p>\n<p>Remaja :<br \/>\nMengkonsumsi makanan bergizi seimbang<br \/>\nMengkonsumsi Tambet Tambah Darah (TTD) sesuai anjuran<br \/>\nMenjaga kebersihan (kecacingan dapat menyebabkan anemia)<br \/>\nPemberian Tablet Tambah Darah<br \/>\nPemberian 1 tablet per minggu sepanjang tahun<br \/>\nMengandung 60mg elemental besi dan 400 mcg asam folat dan diberikan secara blanket approach<br \/>\nPemberian TTD di sekolah dilakukan pada remaja putri SMP\/sederajat dan SMA\/sederajat dengan menentukan hari minum bersama di sekolah<br \/>\nPada saat libur sekolah, remaja putri di bekali dengan TTD<br \/>\nPerlu memastikan remaja minum TTD di sekolah setiap minggu<br \/>\nSetelah sarapan atau makan bersama<br \/>\nPendidikan gizi bagi remaja dan guru<br \/>\nMelibatkan siswa (Kader Kesehatan Sekolah) untuk pencatatan dan pelaporan dan menyebarkan pesan pentingnya minum TTD<br \/>\nDinas Pendidikan dan Kemenag turut memantau sekolah\/madrasah dalam pelaksanaan, pencatatan dan pelaporan program TTD Rematri<br \/>\nTips pemberian Tablet Tambah Darah Pada Bulan Puasa (Selama Bulan Puasa)<\/p>\n<p>Guru UKS\/Wali kelas serta tenaga kesehatan Puskesmas\/kader perlu membekali siswi\/remaja putri dengan TTD selama bulan puasa<br \/>\nGuru UKS\/wali kelas serta tenaga kesehatan Puskesmas\/Kader mengingatkan siswi\/remaja putri untuk minum TTD setiap minggu secara teratur dengan cara yang benar untuk menghindari efek samping<br \/>\nSiswi\/remaja putri mengkonsumsi TTD sebanyak 1 tablet setiap minggu saat setelah buka puasa, sebelum tidur, atau saat sahur (tidak dalam keadaan perut kosong)<br \/>\nGuru UKS\/wali kelas serta tenaga kesehatan Puskesmas\/Kader diharapkan dapat mengingatkan siswi\/remaja putri untuk minum TTD secara mandiri dan melaporkan melalui WAG atau media sosial lain yang biasa digunakan bersama siswi\/remaja putri<br \/>\nGuru UKS\/Wali kelas serta tenaga kesehatan Puskesmas\/Kader mencatat konsumsi TTD pada siswi\/remaja putri<\/p>\n<p>Tips Pemberian Tablet Tambah Darah Saat Puasa<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/lenterabanten.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/screenshot_20251030-1419462993144527662022865.jpg?resize=720%2C1612&#038;ssl=1\" class=\"alignnone size-full wp-image-8602\" width=\"720\" height=\"1612\" srcset=\"https:\/\/i0.wp.com\/lenterabanten.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/screenshot_20251030-1419462993144527662022865.jpg?w=720&amp;ssl=1 720w, https:\/\/i0.wp.com\/lenterabanten.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/screenshot_20251030-1419462993144527662022865.jpg?resize=686%2C1536&amp;ssl=1 686w\" sizes=\"auto, (max-width: 720px) 100vw, 720px\" data-recalc-dims=\"1\" \/><\/p>\n<p>Skrining Anemia Pada Anak Usia Sekolah dan Remaja<br \/>\nMelalui penjaringan kesehatan di sekolah \/ madrasah jenjang SMP\/SMA dan di lakukan Pemeriksaan Hb.<\/p>\n<p>Apabila Hasil Skriningnya Positif :<br \/>\nAnemia Ringan yaitu : 11 \u2013 11,9 gr\/dl<br \/>\nAnemia Sedang yaitu : 8 \u2013 10,9 gr\/dl<br \/>\nPenanganan pada anemia Ringan dan Sedang bisa dengan merujuk ke puskesmas (bila diperlukan dapat dilakukan pemeriksaan dengan hematologi analyzer di Pusekesmas, obati dengan TTD 1 tablet perhari (anemia ringan) dan 2 tablet perhari (anemia sedang), edukasi asupan gizi, follow up dalam 2-4 minggu (klinis dan pemeriksaan Hb), dan bila tidak membaik dalam waktu 4 minggu, atau status anemia dan klinis menjadi berat disertai ditemukannya penyebab selain AGB, rujuk ke Rumah Sakit<\/p>\n<p>Anemia Berat yaitu : &gt; 8 gr\/dl<br \/>\nPenanganan pada Anemia Berat yaitu Rujuk ke rumah sakit untuk mengetahui sumber penyebab dan mengetahui kemungkinan anemia di luar anemia gizi besi.<br \/>\nDengan adanya Skrining Anemia pada Remaja :<br \/>\nMendeteksi kasus anemia<br \/>\nMemberikan tatalaksana dan rujukan (bila diperlukan)<br \/>\nMendeteksi dini bila ditemukan anemia diluar anemia<br \/>\nApabila hasil Skrining Negativ , maka nilai Hb nya \u2265 12 gr\/dl<br \/>\nTetap minum TTD 1 tablet \/ minggu<br \/>\nPenerapan konsumsi Gizi seimbang<br \/>\nPerilaku Hidup Sehat<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/lenterabanten.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/screenshot_20251030-1421524129572880967005568.jpg?resize=720%2C942&#038;ssl=1\" class=\"alignnone size-full wp-image-8603\" width=\"720\" height=\"942\"  data-recalc-dims=\"1\"><\/p>\n<p>Tata laksana Anemia<br \/>\nRekomendasi WHO<br \/>\nIntermittent iron and folic acid supplementation is a preventive strategy for implementation at population level. If a woman is diagnosed as having anemia in a clinical setting, she should be treated with daily iron (120 mg of elemental iron) and folic acid (400 \u00b5g or 0,4 mg ) supplementation until her haemoglobin concentration rises to normal (1). She can then switch to an intermittent regimen to prevent recurrence of anaemia.<br \/>\nhttp:\/\/www.who.int\/elena\/titles\/guidance_summaries\/iron_women\/en\/<br \/>\nsumber WHO | Intermittent iron and folic acid supplementation in menstruating women<br \/>\nAngela, WHO : Usually Hb responses to iron supplementation in an anaemic person is seen between 3-4 weeks, minimum 14days. So at a practical level, checking Hb levels after one month is a reasonable time frame. This is recommended in almost all many national anaemia guidelines. Of course this is for oral supplementation and mild\/moderate anaemia. If severe anaemia, the regime and testing will be different.<br \/>\nRekomendasi IDAI<br \/>\nTindak lanjut hasil skrining :<br \/>\nTatalaksana Anemia Ringan \/ sedang :<br \/>\nRujuk ke puskesmas, berikan TTD sebanyak 2 tablet\/hari<br \/>\ndosis Fe elemental 60 mg\/hari untuk anemia ringan<br \/>\ndosis Fe elemental 120 mg\/hari untuk anemia sedang sampai berat<br \/>\nHarapannya ada peningkatan Hb 1-2 g\/dL dalam 2-4 minggu.<br \/>\nDiperlukan terapi selama 6-8 minggu setelahnya untuk pengisian cadangan Fe.<\/p>\n<p>Follow up setelah pengobatan :<br \/>\nUmumnya akan terkoreksi setengahnya dalam 2-3 minggu, dan terkoreksi sepenuhnya dalam 8 minggu (2bulan)<br \/>\nRespon terapi juga dapat dinilai setelah 1 bulan terapi : kenaikan Hb &gt; 1 gram\/dL atau Ht &gt; 3%<br \/>\nJika tidak respon kemungkinan perlu evaluasi kepatuhan minum obat, kemungkinan pembawa sifat thalassemia, adanya defisiensi lain (asalm folat, B12) kondisi infeksi, malabrobsi, dan penyakit ginjal\/hati<br \/>\nFollow up dalam 2-4minggu (lihat klinis dan kadar Hb), jika tidak membaik dalam waktu 4minggu dan anemia (Hb &lt; 7 g\/dL) untuk mencari penyebab lain kemungkinan anemia lainnya.<\/p>\n<p>Bila 3-4 minggu setelah terapi tidak ada respon, hentikan, rujuk ke spesialis anak untuk dilakukan evaluasi.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/lenterabanten.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/screenshot_20251030-161827168140405304202799.jpg?resize=720%2C406&#038;ssl=1\" class=\"wp-image-8604 alignnone size-full\" width=\"720\" height=\"406\"  data-recalc-dims=\"1\"><\/p>\n<p>Monitoring dan Evaluasi<br \/>\nPuskesmas<br \/>\nSekolah\/ madrasah jenjang SMP\/SMA\/ sederajat yang dilaksanakan skirning<br \/>\nSiswi kelas 7 dan 10 yang dilaksanakan skrining<br \/>\nJumlah dan prevalensi anemia pada rematri<br \/>\nJumlah dan prevalensi kasus anemia yang di tatalaksana (termasuk rujukan)<br \/>\nFollow up siswi yang anemia (koordinasi ke sekolah ; memastikan siswi sudah periksa di puskesmas, edukasi yang continue terkait gizi siswi pada orang tua dan sekolah, dst)<\/p>\n<p>Dinkes Setempat<br \/>\nMonitor Puskesmas dengan Hb meter<br \/>\nMonitor Puskesmas yang melaksanakan skrining anemia ke sekolah<br \/>\nRekap hasil Hb dianalisis sehingga dapat merencanakan program kesehatan di wilayah masing-masing<br \/>\nSebagai acuan, hasil koordinasi dan komitmen bersama lintas sektor terkait : Disdik, Kanwil Kemenag, Biro Kesra dll.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"https:\/\/i0.wp.com\/lenterabanten.com\/wp-content\/uploads\/2025\/10\/img-20251030-wa00271009108694969992439.jpg?resize=551%2C321&#038;ssl=1\" class=\"wp-image-8605 alignnone size-full\" width=\"551\" height=\"321\"  data-recalc-dims=\"1\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Serang,30-10-2025 Anemia Pada Remaja Putri Rematri Rentan mengalami anemia karena : Rematri <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/lenterabanten.com\/index.php\/2025\/10\/31\/pencegahan-dan-penanggulangan-anemia-pada-anak-usia-sekolah-dan-remaja\/\" title=\"Pencegahan dan Penanggulangan Anemia Pada Anak Usia Sekolah dan Remaja\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[42],"tags":[78],"newstopic":[],"class_list":{"0":"post-8606","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","6":"category-adv","7":"tag-dinkes-banten"},"aioseo_notices":[],"jetpack_featured_media_url":"","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lenterabanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lenterabanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lenterabanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterabanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterabanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8606"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/lenterabanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8606\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8607,"href":"https:\/\/lenterabanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8606\/revisions\/8607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lenterabanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterabanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterabanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8606"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/lenterabanten.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=8606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}